RSS Feed

Tag Archives: ngaji

Posted on

IMG-20140422-WA0000

 

Sebelum tahun 2012, aku biasa mentargetkan diri untuk mengkhatamkan Al Qur’an 3 (tiga) sampai 4 (empat) kali saja dalam setahun. Angka yang kecil memang, namun terasa susyaaaaahhh bingiiiiitttss! (alay detected :p)

Tahun 2012, kemudian, meresolusi diri dengan mentargetkan khatam 6 (enam) kali dalam setahun. Angka yang lumayan dari sebelumnya. Tapi sodaraaa… ini juga rasanya ngos-ngosan!!! Dengan kalkulasi waktu dalam dua bulan bisa sekali khatam. Tapi Yaa Salaam, seringnya kejar tanyang saat deadline. hihihi… jadi tidak sekedar setor naskah aja yang ada deadlinenya, sekali dalam dua bulan pun aku kebut-kebutan. *malu ah! tutupin muka pake celemek*

Hampir dipenghujung tahun 2012 waktu itu, sesekali ada status-status facebook seorang teman selalu bercerita tentang serunya berkelompok mengerjakan One Day One Juz. Iya, saya sebut saja, status pak Epri Tsaqib waktu itu. Sesekali buka facebook, selalu yang terlihat status-status beliau. Selang beberapa hari kemudian, Bu Nia Lestari, salah satu narasumber yang sering kuundang mengisi taklim di rumah, berkirim gambar poster ajakan bergabung dalam kelompok One Day One Juz.

Allahu Akbar!

Allahu Akbar!!

Betapa cinta Allah itu dekat, tanpa ragu, aku pun langsung bergabung, dan kembali menelusuri timeline pak Epri Tsaqib untuk memastikan, inilah yang juga sedang beliau kerjakan. Selang beberapa jam, masuklah aku di grup ODOJer 150, tanpa kesulitan. Sementara Bu Nia, masih kesulitan mencari link-link pendaftaran. Saat, itu kami berdua antusias sekali saling pantau. Akhirnya, Bu Nia pun masuklah di grup ODOJer 130. Saat itu kami berdua mengobrol lewat Whastapps, tapi rasanya, saat sukses masing-masing kami telah mendapatkan grup, tangan kami berdua di atas udara saling toss, mengobarkan semangat. Berangkat dari situlah, kemudian aku, dan bu Nia langsung menyebar-sebarkan poster ODOJ ke sebagian besar kontak-kontak di dalam HP kami masing-masing.

Allahu Akbar!! Semangat itu kian menyala-nyala, saat bepergian ke sana sini, semakin banyak menjumpai orang-orang duduk tenang di antara kerumunan, membuka mushaf dan membacanya. Subhanallah…!

Di akhir tahun 2013, dalam sebulan ternyata, membuatku berhasil mengkhatamkan Al Qur’an. Sekarang sudang memasuki bulan kelima. Silih berganti anggota grup keluar masuk, namun Alhamdulillah Allah menjagaku tetap di dalamnya. Bersama kawan-kawan dari berbagai daerah yang tidak saling kenal namun memiliki misi yang sama: Berlomba-lomba menarik RahmatNya.

Banyak cerita di dalam grup, sampai menginjak bulan kelima ini, aku menyaksikan mujahid-mujahadah baru lahir dari rahim-rahim saudari-saudariku dalam grup. Kami tak saling kenal, namun semangat kami menyatukan hati kami, doa-doa kami dan semangat kami.

Di luar sana, yang kuketahui, banyak sekali kawan-kawan yang ingin bergabung, namun keterbatasan-keterbatasan masih menghalangi. Semoga Allah memudahkan.

Dengan bergabung di grup One Day One Juz ini, aku optimis, sejak menginjak tahun 2014 ini, dalam setahun, minimal aku akan mengkhatamkan Al Qur’an sebanyak 12 (dua belas) kali. Angka yang fantastis dari angka sebelumnya; 3 (tiga). Dan bisa jadi lebihdari 12 kali jika aku rajin mengambil jatah tilawah teman-teman yang sedang mengalami uzur, mengambil lelang istilahnya.
Benar-benar resolusi yang fantastis, subhanallah.
Semoga Allah menjadikanku istiqomah dengan mentargetkan diri One Day One Juz ini. Meski ada suara sumbang yang ditujukan padaku, apalah artinya jika ridho Allah lah yang dicita-citakan.
“Membaca Al Qur’an itu bukan ritual, tapi pemahaman!” begitu ada yang mengatakan padaku.
“Iya, benar sekali, membaca Al Qur’an itu bukan ritual, tapi bagiku, itu kebutuhan,” demikian kujawab dengan lembut.
Membaca Al Qur’an bagitu semakin terasa dampaknya setelah berkomitmen bersama kawan-kawan One Day One Juz, kesempitan terasa lapang, kesakitan terasa nikmat, kesusahan terasa mudah bertemu kelegaan, masalah berat terasa begitu saja terselesaikan dengan indahnya, kawan-kawan shalih semakin banyak di sekitarku, kesempatan-kesempatan baru alangkah terang terlihat di depan, kesalahan-keburukan orang-orang begitu terasa mudah untuk memaafkan, dan entah ribuan nikmat apa lagi yang tak mampu kuhitung telah Allah tunjukkan.
Allahu Akbar!!
Allahu Akbar!!

Image

Semakin bertambah hari, semakin banyak orang-orang yang bergabung dalam komunitas One Day One Juz, termasuk suamiku yang dirahmati Allah, semuanya bergerak bersama mewujudkan cita-cita bangsa, negara yang lebih baik, dengan orang-orang yang berotikad baik bersatu di dalamnya.

Jika membaca satu huruf saja dalam Al Qur’an Allah membalasnya dengan sepuluh kebaikan bahkan lebih, aku yakin, saudara-saudari yang bergabung di dalam grup ini pasti tidak hanya meniatkan kebaikan itu untuk dirinya sendiri.
Jika satu huruf itu dibalas Allah dengan satu saja kebaikan, aku yakin, kebaikan itu pasti disedekahkan untuk negeri yang aman damai sentosa, terhindar dari azab (bencana negeri) yang menyusahkan. Disedekahkan untuk anak-anak bangsa, agar kelak bangsa ini memiliki pemuda-pemuda yang tangguh, mampu memimpin negara, menggerakkan setiap orang di dalamnya bersinergi mewujudkan negeri yang makmur.
Impian yang dimiliki setiap warga negara Indonesia. Maka memulainya dengan One Day One Juz, adalah langkah besar, sangat besar menurutku.

Allah Yaa Rabb kami, kami telah mendzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan memberikan rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi. (QS Al A’raf: 23)

Komunitas One Day One Juz ini akan menggelar Grand Lounching tanggal 4 Mei 2014 nanti di masjid Istiqlal. Yang seluruh pendanaannya berasal dari kawan-kawan yang bergabung dalam komunitas ini. Mari merapatkan barisan. Mari bergabung mewujudkan Indonesia yang tentram damai, dalam gerakan Indonesia Mengaji.

Keridhoan Allah pada bangsa ini lah yang bersama kita inginkan.
Allahu Akbar!!
Allahu Akbar!!

Bagi kawan-kawan yang ingin bergabung, yuk langsung daftar saja! ^^

di sini fanpage One Day One Juz

sumber gambar: fanpage One Day One Juz

sumber gambar: fanpage One Day One Juz

image

 

 

 

 

————————eon

shelther7.14april2014

owner Haya’ Store

Advertisements

[muhasabah] menuliskan hutang

Posted on

tilawah selepas sholat ashar kali ini kututup dengan sebuah ayat, yang ketika aku mengakhirinya, aku terkejut luar biasa karena ayat ini panjangnya satu halaman penuh. aku jadi bertanya-tanya, nafasku bagaimana ya tadi, kok sampai tidak terasa sudah membaca yang panjang begitu?

ah! sudahlah. abaikan saja! hehe

kemudian aku beralih membaca tulisan terjemahannya di sisi halaman. tuing! langsung teringat bapak Ustadz Abdallah, guru ngaji yang ada di Banyuwangi dahulu ketika aku masih berdomisili di sana. di tengah kami berlatih membaca dengan tartil, beliau menghentikan bacaan kami di ayat ini, lalu menjelaskan betapa pentingnya kita menuliskan/mencatat hutang. hutang materi kepada sesama manusia dan hutang kepada Allah, semisal hutang puasa ramadhan, nadzar dsb.

pentingnya mencatatkan hutang itu dikarenakan kewajiban membayar hutang itu tidak akan pernah gugur dan menjadi pengurang kafarat kita kelak setelah mati.

dengan menuliskan/mencatat hutang kita, diharapkan, jika saja kita tiba-tiba menjumpai kematian, suami/istri atau ahli waris kita bisa membayarkan hutang tersebut. sehingga tidak menjadi sandungan kita kelak, ketika dimintai pertanggungjawaban atas pembayaran hutang tersebut.

“bagaimana jika tidak bisa menulis, ustadz? masih wajib mencatat ya?” seloroh ibu-ibu jama’ah waktu itu

“tidak bisa menulis berarti bisa meminta orang lain untuk menuliskannya bukan?” begitu jawab ustadz Abdallah waktu itu.

 

berikut bacaan ayat itu, QS. Al Baqarah : 282

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ ۚ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ ۚ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا ۚ فَإِنْ كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ ۚ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ ۖ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَىٰ ۚ وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا ۚ وَلَا تَسْأَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَىٰ أَجَلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَىٰ أَلَّا تَرْتَابُوا ۖ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا ۗ وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ ۚ وَلَا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ ۚ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

artinya:

 

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu´amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu´amalahmu itu), kecuali jika mu´amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

 

 

Ustadz Abdallah bersama Ibu, di rumah ibu Tatik Ridwan (Banyuwangi). foto koleksi Ibu Yeni Thp

Ustadz Abdallah bersama Ibu, di rumah ibu Tatik Ridwan (Banyuwangi). foto koleksi Ibu Yeni Thp

 

*beginilah caraku mengenang ustadz Abdallah, kawan-kawan dalam majelis dan Banyuwangi . apa kabar semua? ^_^

 

 

 

 

———————————eon

kabkdr174318042013

sabar itu tiada berbatas

Posted on

sabar adalah anugerah/hadiah yang diperjuangkan dari menghidupkan ruh kemuliaan.
sabar bukan pula sekedar berkata lemah lembut, namun teguh dalam proses memperjuangkan kebenaran-Nya.
sabar itu bukan manusiawi, namun keberkahan, kemuliaan milik sang pencipta, yang pantas diperjuangkan.
maka sebenarnya, sabar itu tiada berbatas.

[curcol] oleh-oleh hari ini

Posted on
Gambar

dok pribadi. foto kiriman uwak

“Bahkan mereka telah mendustakan kebenaran ketika (kebenaran itu) datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.” [QS. Qaf : 5]

betapa kita ini adalah manusia-manusia yang selalu mendustakan rasa sakit, anugerah dan banyak hal lain yang tak bisa kita kenali dengan tak bisa mensyukurinya, menerimanya apa adanya. menjadi ikhlas dan rela. akhirnya, hanya kekalutan dalam kepala dan keresahan hati lah kemudian yang kita miliki.

ketika sakit gigi, ruh kitalah yang mengeluh sakit. ketika hati marah, kecewa dan sedih pun, ruh kitalah yang merasakan sakit.

sakit itu kemudian akan mendekatkan kita kepada sang Khalik ketika kita bisa menerimanya, berpasarah di akhir usaha-usaha. sakit adalah media, melunturkan dosa selama kita tidak mengeluhkannya, mengumpatkan rasanya, namun menggiring bibir dan ruh kita untuk berdzikir.

suatu ketika, sebuah masalah besar datang, hingga kemudian kembalilah saya berlaku sebagai anak. mengadu dan bermanja pada kata-kata teduh ibu dan ayah. sebuah kalimat yang akan selalu saya ingat kemudian, menjadi manusia baru yang kuat dan terus berusaha kuat.

“apa yang kau hadapi sekarang adalah surgamu kelak.”

lantas saya pun berpikir. itulah memang janji Allah pada kita manusia yang istiqomah. berteguh hati melakukan apa saja, menghadapi apa saja yang ada di dunia ini tanpa menjauhi apa-apa yang sudah ditentukan Allah.

sakit yang kita derita karena berbagai macam cobaan, ujian, godaan di dunia tak akan menjadikan kita hina jika kita terus berusaha menautkan kembali diri kita dengan sang Khalik. alih-alih, Allah akan memantulkan kemuliaanNya dari dalam diri kita. berkat rahmat Allah akan menjadikan kita manusia-manusia yang lemah lembut.

“Maka, berkat rahmat Allah, engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan memohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” [QS. Ali Imran : 159 ]

———–eon.

kabupaten kediri,2036.18102012

%d bloggers like this: