RSS Feed

Tag Archives: muslimah

[curhat] Miris dengan Boardcast tentang Puasa Rajab

Posted on

A’udzubillahiminasy syaitonirrojim. Bismillah..

sumber gambar: internet

sumber gambar: internet

28 April 2014, hari ini adalah kali kesekian aku menerima boradcast bertuliskan begini:

Bulan Rajab jatuh pada tgl 30 April
*Barang siapa yg berpuasa 1hari maka seperti laksana puasa 1tahun,
*Barang siapa yg berpuasa 7hari maka di tutup pintu2 Neraka Jahanam.
*Barang siapa yg berpuasa 8hari maka di buka pintu 8 Surga. *Barang siapa yg berpuasa 10hr maka akan di kabulkan segala perminta’anya
*Barang siapa yg mengingatkn kpd org lain ttg ini,Seakan ibadah 80th Amien…
Insya Allah… ”Subhanallah”

seorang muslim mestinya cerdas, minimal jika tidak mengerti, mari bertanya lebih dahulu kepada alim ulama tentang benar tidaknya perintah berpuasa sunnah di bulan Rajab itu. Sementara ada riwayat yang menerangkan dengan jelas tentang bulan Sya’ban yang shahih sering kita dengar,

Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, ia menceritakan: “Aku tidak melihat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh, selain pada bulan Ramadhan. Dan aku tidak melihat beliau pada bulan-bulan yang lain berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Hadist ini shahih dan begitu masyur, dari hadist itu saja mestinya sebagai muslim yang mencitai Rasulullah, beliau yang begitu sempurnanya dijaga dan dicintai Allah SWT, panutan dan teladan kita, jelas sekali, tidak berpuasa lebih banyak di bulan-bulan lain selain Sya’ban dan Ramadhan. Lalu, apakah kita lantas mau percaya dengan boardcast itu? Sebab ingin mendapatkan pahala yang berlimpah, namun tidak mencontoh Rasul?

Semoga Allah selalu menunjukkan kita dalam kebenaran.

Boardcast di atas jelas sangat mengusikku. sehingga lantas kubuka literatur yang memang jelas memerintahkan puasa sunnah di bulan Rajab. Hasilnya?

Aku malah menjumpai tulisan berjudul “Waktu-waktu Dimakruhkannya Berpuasa”

mengejutkan, sebab point pertama adalah “Mengkhususkan Bulan Rajab Untuk Berpuasa”

waktu lain yang makruh berpuasa adalah, berpuasa pada hari Jumat saja, berpuasa pada hari sabtu saja, berpuasa pada hari yang diragukan, berpuasa khusus pada tahun baru dan hari besar orang kafir, puasa wishal, puasa dahr, puasa(sunnah)nya seorang istri tanpa seijin suami, dan puasa di dua hari terakhir di bulan Sya’ban.

Lantas, apa sebab puasa sunnah di bulan Rajab dimakruhkan, disarankan lebih baik untuk tidak dikerjakan?

Begini potongan penjelasan yang saya dapatkan;

Berpuasa satu bulan penuh pada bulan Rajab merupakan amalan yang dimakruhkan. Akan tetapi, jika ada wanita muslim (muslimah) yang hendak berpuasa pada bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa secara berselang. Karena, ini (Rajab) merupakan bulan yang diagungkan oleh orang-orang jahiliyah. Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa apabila melihat orang-orang jahiliyah dan semua persiapan mereka untuk menyambut bulan Rajab, maka ia (Ibnu Umar) membencinya seraya berkata: “Berpuasalah dan berbukalah pada bulan itu.” (HR. Ahmad)

Berpuasa secara berselang dalam pemahaman sama artinya dengan “Berpuasalah dan berbukalan pada bulan itu.” Bermakna, boleh kita berpuasa dengan niat melakukan puasa sunnah Senin-Kamis, atau berpuasa Daud, atau berpuasa Aiyamul bidh (berpuasa 3 hari di tengah bulan dalam penanggalan Qomariyah).

Dan syukurlah, pagi tadi seorang teman mengirim boardcast tentang ini,

Bismillah..
Ibnu Hajar mengatakan :
“Tidak terdpat riwayat yg sahih Чªπğ layak di jadikan dalil tentang keutamaan bulan Rajab, tidak pula dalil yg shahih tentang puasa Rajab atau puasa di tanggal tertentu di bulan rajab, atau shalat tahajud d malam tertentu di bulan Rajab”Keterangan yg sama juga d sampaikn oleh Imam Ibnu Rajab, dlm karyanya Чªπğ mengupas amalan sepanjang tahun.
Beliau mengatakan :
” Tidak terdapat dalil yg shahih tntg ajaran shalat tertentu d bulan rajab. Adapun Hadist Чªπğ menyebutkan keutamaan shlat Raghaib di malam jum’at pertama bulan Rajab adalah hadist dusta, batil, dn tidak shahih. Shalat Raghaib adalaha bid’ah, menurut mayoritas ulama “Apa itu rajab ??
Umar mengatakan : sesungguhnya rajab adalah bulan yg di agungkan masyarakat jahiliyah, setelah islam datang, kmdian di tinggalkan

Allahu a’lam…

 
Satu lagi kajian yang kubaca hari ini (30 April 2014), semoga menjadi bahan renungan dan pemahaman kita semua. Begini ditulis;

Fatwa para Ulama terkait Ibadah Khusus di Bulan Rajab. “Semua hadits yang menyebutkan puasa Rajab dan shalat pada sebagian malamnya adalah kebohongan yang diada-adakan.” (Al-Manar Al-Munif, hal. 96)

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata dalam kitab Tabyinul Ujab, hal. 11:

“Tidak ada hadits shahih yang layak dijadikan hujjah tentang keutamaan bulan Rajab, tidak juga dalam puasanya atau puasa tertentu , begitu juga (tidak ada) qiyamullail tertentu di dalamnya.”

Syekh Sayyid Sabiq rahimahullah berkata dalam kitab Fiqih Sunnah, 1/383:

“Puasa Rajab tidak ada keutamaan tambahan dibandingkan dengan (bulan-bulan) lainnya. Hanya saja ia termasuk bulan Haram. Tidak ada dalam sunnah yang shahih bahwa berpuasa mempunyai keutamaan khusus. Adapun (hadits) yang ada tentang hal itu, tidak dapat dijadikan hujjah.”

Ihdinash Shiraatalmustaqiim, Allah Yaa Rabb, selalu, tunjukilah kami jalan yang lurus.

Saudaraku, Semoga tulisan yang sedikit ini bermanfaat.

 

 

 

 

 

—————————eon

shelter7.1156.28042014

 

Advertisements

[INFO SEMINAR] JURUS SEHAT RASULULLAH

Posted on

Bismillahirrahmaanirrahiim

PENGIN SEHAT SEPERTI SEHATNYA RASULULLAH ???

Jangan Lewatkan YanG SATU ini
Seminar
“Mengungkap Jurus Sehat Rasulullah”

Bersama : dr.Zaidul Akbar,MM
– Praktisi dan Trainer Kedokteran Islam Internasional
– Inspirator Sehat Islami Indonesia
– Ketua Asosiasi Bekam Indonesia
– Motivator Muslim Internasional
– Penulis Buku Jurus Sehat Rasulullah.

Pelaksanaan
Minggu, 27 April 2014
Pukul 08.00-15.00 wib
LEC Perguruan Muhammadiyah
Jl. Penanggungan 1-5 Mojoroto – Kediri
HTM : Rp 60.000

Tiket Box :
cp DINI 08175201644

Sekretariat Institut Thibbun Nabawi Indonesia (INTI) Cabang Jatim
Jl.Merdeka No.52 Blitar
Hp.081233761789

[curcol] mengenang Banyuwangi

bismillahirrahmanirrahimm…

Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, Nabi Saw bersabda: "Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat akan diberikan cahaya baginya di antara dua Juamat." (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahishkan oleh Syaikh Al Albani)

Dari Abu Sa’id Al Khudri ra, Nabi Saw bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat akan diberikan cahaya baginya di antara dua Juamat.” (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahishkan oleh Syaikh Al Albani)

Sebelum mengetahui hadist sahih tentang sunnah Rasulullah yang layak dikerjakan di malam Jumat (mulai hari Kamis ba’da Ashar sampai hari Jumat habis), yaitu membaca surat Al Kahfi, aku pernah menangis kali pertama ketika menyadari, surat yang kubaca lepas magrib waktu awal-awal sampai di kotaku yang baru ini, adalah surat Al Kahfi. Tepat di tengah surat, ada selipan selembar kertas, yang ketika di Banyuwangi kubiasakan menyelipkannya di antara halaman-halaman Qur’an. Menulisi kertas itu dengan ayat terakhir yang kubaca bersama teman-teman ibu-ibu masjid Ahmad Dahlan.

LAST (READ)! 27/5/2012 QS. Al Kahfi : 44

290920131769

Awalnya tidak begitu paham, namun setelah kubolak-balik selembar kertas notes itu, tiba-tiba hatiku disergap perasaan rindu. bu Yeni yang selalu duduk di sebelah kananku, karena selalu datang paling awal, bu Yuka yang selalu di sebelah kiriku, bu Endah, bu Narti, bu Susi, bu Darul, mbak Enfi, bu Tyas, bu Hasnah, bu Yuyun, dan yang lain yang kadang bisa hadir kadang tidak. Iya, aku rindu duduk di antara mereka di dalam masjid dengan bangku-bangku kayu, tawa yang renyah, obrolan-obrolan yang selalu positif membuatku merasa kuat. yang terakhir bergabung, bu Tatik yang akhirnya pindah mengikuti suaminya juga, ibu lucu yang selalu membuatku grogi ketika tiba giliranku tilawah. beliau pasti duduk mendempet di dekatku, katanya ingin bisa membaca sepertiku, padahal, bagiku, bacaan tilawahnya sangat eksotik. kekentalan cengkok Osing-nya membuatku menganga dalam paduan bacaannya.

Jauh setelah kurenungkan sekali lagi, sergapan rasa rindu itu kupikir juga sebab adanya Ustadz Abdallah yang santun, yang lemah lembut, yang ringan tegurannya tapi sangat menampar, ustadz yang membimbingku dan ibu-ibu waktu itu.

Sampai hari ini, sejak mengetahui hadist tentang pembacaan surat Al Kahfi di malam jumat, aku tetap menyelipkan selembar kertas notes itu tepat di surat Al Kahfi, dengan harapan, bacaanku kelak bisa memulyakan Ustadz Abdallah dan kawan-kawanku kala itu. Mengenangnya dalam doa-doa yang khusyuk.

Sekarang, ketika malam Jumat tiba dan Al Kahfi menjadi bacaanku, rinduku semakin sarat, sedalam hati kehilangan Ustadz kami, ayah dan kakek kami tercinta bapak Abdallah memang telah berpulang.

Allahummagh firlahuu, warhamhu, wa’aafiihi wa’fuanhu.

Yaa Allah, ampunilah segala dosa beliau, kasihanilah dia, dan hapuskanlah kesalahan-kesalahannya. aamiin.

Sesampainya di kota ini, kenangan dan taman surga yang kudapati di banyuwangi kala itu, tak rela kubiarkan hilang, dan Allahurobbul’alamin selangkah demi selangkah membimbing kakiku mempertemukan satu per satu taman-taman surga di kota ini.

Kedatanganku di kota ini membawa keinginan, bertemu ustadz yang mampu mentransfer ilmu seperti beliau. pelajaran tajwid, kisah-kisah teladan sahabat nabi, menulis arab, memperbaiki muamallah melalui fiqih, hadist-hadist, paket paling komplit. namun, bertemu orang yang sama tentulah bukan sesuatu yang mudah.

Setahun sudah perjalananku di kota ini, yang jika setiap malam hari Senin aku mengenangkan masa di Banyuwangi, selalu menjadi waktu kritis mengerjakan tugas menulis bahasa arab. Sambil sesekali berkirim sms ke bu Yeni atau bu Yuka yang isinya, betapa aku rindu mengerjakan tugas menulis arab di malam hari senin. Setahun ini pula, akhirnya aku dipertemukan dengan ustadz yang memberikan pelajaran menulis arab. Alhamdulillah, malam Senin ini, sambil mengenang malam senin banyuwangi, aku menulis kembali huruf-huruf Qur’an.

tehnik berbeda, tapi tetep juga untuk memperbaiki tulisan hijaiyahku hehe

tehnik berbeda, tapi tetep juga untuk memperbaiki tulisan hijaiyahku hehe

290920131768

tehnik menulis di Banyuwangi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Meski tidak bisa bertemu dengan ustadz yang sepaket seperti almarhum ustadz Abdallah, aku tetap bersyukur, menjadi lebih banyak majelis, taman-taman surga yang bisa kuhadiri, dengan kajian khususnya masing-masing. lelah harus ke sana ke mari itu tiada apa-apanya, aku yakin, malaikat-malaikat Allah membentangkan sayap-sayapnya bagi mereka yang berjalan menuju majelis-majelis ilmu. 🙂

Semoga rahmat Allah untuk teman-teman di Banyuwangi yang masih gigih menegakkan risalah, semoga Allah menghadiahkan sebesar-besar ampunan dan menjadikan kita semakin tawadu’. aamiin.

 

 

 

 

 

 

 

—————————eon.

shelter721030929

saya bertanya tentang baksos di bulan ramadhan.

Posted on
sumber gambar: walpapapersus.com

sumber gambar: walpapapersus.com

masuk di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan, saya semakin bersemangat untuk mengerjakan ibadah di rumah saja (tidak jauh dari rumah jika memang urgent). sejauh ini, alhamdulillah tidak sekali pun saya memenuhi undangan berbuka puasa di luar, persis yang seperti yang saya komitmenkan sejak memasuki ramadhan. semua kegiatan yang tidak berhubungan dengan mendekatkan diri kepada Allah dan rutinitas formal dengan ibu-ibu di instasi juga terang-terangan saya liburkan. dengan harapan, setiap ibu akan bisa lebih fokus pada men-shalihkan sekitarnya.

sekali setahun, ramadhan menjadi pitstop. titik balik bagi kita untuk berbenah nafsu, berbenah sistem tubuh, berbenah benak dan berbenah komitmen kita untuk memenuhi janji kepada Allah ‘Azza wajalla ketika ruh belum ditiupkan ke dalam tubuh, janji ketika ruh kita masih dalam kefitrahan yang mulia. yaitu, bertauhid, melakukan semua semata-mata sebab Allah Ta’ala.

saya berusaha, demikian kawan-kawan, pasti juga berusaha.

berikut percakapan saya tentang kegiatan yang rencananya (yang menurut saya) akan mengusik waktu-waktu bermesra-mesra dengan Allah Ta’ala di sepuluh hari terakhir ramadhan.

sumber gambar: internet

sumber gambar: internet

Dini Kaeka Sari

tanya boleh, ya, kak Arie Png Adadua? sedang galau beberapa hari ini..
di sebuah instansi saya berada di bawah koordinasi ketua, minggu depan beliau mengadakan acara dadakan untuk melakukan baksos ramadhan dengan membagi-bagikan amplop secara langsung di pinggir-pinggir jalan (yang bagi saya ini akan banyak menyia-nyiakan waktu ramadhan), tidak terkoordinir secara optimal dan tidak ada muatan syiar yang padat dan efektif.
selain itu saya berkeyakinan, lebih utama bagi muslimah untuk lebih banyak di rumah atau tempat-tempat tertutup yg syar’i lainnya.
pertanyaanya, lebih utama mana siy, bagi muslimah untuk mengadakan baksos langsung di jalan atau menyalurkannya lewat kelompok/yayasan/pondok pesantren/dsj?
mohon saran..jazakumullah khoiron katsir.

Like · · Unfollow Post · Share · July 26 at 2:46am

Seen by 14

Arie Png Adadua

Langsung ya Dini :
1. Dalil pokok : QS Al Bayyinah : 5, bahwa ibadah itu harus dipangkali dengan “ikhlash” dan “hanif” (yaitu mengikuti aturan Islam sebagaimana yang dituntunkan Kitabullah dan Sunnah Rasul saw).
2. Muslimah itu apapun alasannya adalah lebih baik di rumah, kalaupun harus keluar rumah harus ada izin suami atau setidaknya suami mengetahui, kecuali shalat jamaah di masjid, itu hak istri untuk beribadah (vertical kepada Allah).
3. Amplop yang dibagikan itu :
a. Kalau uang instansi maka tidak akan bermanfaat di sisi Allah, sebab yang mengeluarkan harus uang pribadi agar bernilai ibadah;
b. Kalau uang pribadi maka niat mengeluarkannya berupa ibadah apa :
– Kalau zakat : maka harus melalui amil zakat (yang akan membaginya kepada 8 ashnaf,.
– Kalau infak : maka harus ke lembaga/yayasan/masjid yang sifatnya untuk syiar Islam
– Kalau sedekah : maka harus mendahulukan faqir miskin dari kalangan keluarga dahulu, kalau telah selesai keluarga baru boleh pada faqir miskin sekitar (tetangga) kemudian ke masyarakat yang lebih luas
– Kalau Ukhuwah : pemberian sebagai tanda ukhuwah Islamiah (bersifat antarpribadi Muslim, bukan massal).
– Kalau ta’awun : maka berupa pinjaman kepada saudara Muslim yang akan dikembalikan.

Jadi, kalau melihat keterangan di atas maka :
1. Kalau uang instansi, maka tinggalkanlah itu. Sia-sia bagi Dini di mata Allah.
2. Kalau uang pribadi maka masuk kriteria mana bentuk pengeluaran itu. Arie yakin akan tidak tepat dari rel/aturan yang tersebut di atas. Sebab akan menjurus sedekah, namun kalau tidak didahului dengan faqir miskin keluarga maka tidak memenuhi syarat “hanif”. Akan jatuh sia-sia amplop yang dibagikan itu. Maksudnya tidak ada penilaian ibadah di sisi Allah.
3. Kesimpulan : Masih ada waktu sepekan untuk menanyakan maksud dan tujuan program ini dengan sebenarnya. Dengan begitu Dini dapat mengambil sikap, akan ikut serta atau memberi alas an secara hormat dan santun kepada ketua coordinator untuk lebih khusyuk/konsentrasi ibadah shiyam di rumah dengan keluarga.
Mungkin begitu dahulu…
Sembari mendengar kabar dari ketua coordinator.
Kita saur dulu…

July 26 at 3:13am · Unlike · 4

Dini Kaeka Sari

Baiklah, terima kasih, pencerahannya.
Mari saur..

July 26 at 3:41am via mobile · Like · 2

Netha Dienny

Maz tanya DaliLnya Maz………..

Saturday at 10:59pm · Like · 1

Sofia Aja

Arie ,,, bkn nya lebih tepat klo tanya jawab seperti ini di bawa ke Forum tanya jawab TMI2 aja bkn disini ASM ,, :)) sekedar usul ,,,, !!

Sunday at 1:11pm · Unlike · 1

Dini Kaeka Sari

Saya yg bertanya, mb Sofia. Mohon maaf jika terganggu. Saya lupa ada grup TMI. Anggap saja sekedar lewat, ya. Silahkan melanjutkan yg memang diurgensikan grup ini.
Selamat ramadhan

Sunday at 1:39pm via mobile · Like · 1

Sofia Aja

Dini ,,, bener nya g terganggu cuman di arah kan ke Forum yg lebih tepat aja Mbak ,,lam kenal salam sejahtera ,, n selamat Ramadhan juga ,, :))

Sunday at 1:42pm · Unlike · 1

Arie Png Adadua

Saudara Netha yang berbahagia…
Insya Allah dalil-dalilnya sbb :
1. Zakat
Ayat-ayat Qur-an banyak sekali merangkaikan antara perintah pendirian shalat dan penunaian zakat (aqimus shalah wa atuz zakah), a.l. QS 2 : 110.
Maksudnya di samping perintah shalat untuk pembenahan diri juga zakat untuk pembersihan harta.
Sedangkan khusus pelaksanaannya diatur di dalam QS 9 : 60, yaitu melalui badan amil zakatlah zakat kita akan tersalur kepada 8 ashnaf
2. Infak a.l. berdasarkan QS 2 : 261 dan HR Bukhari
: “Wahai anak Adam berinfaqlah, maka Aku akan memberi infaq kepadamu.”.
3. Sedekah, harus mendahulukan kaum kerabat (dzawil qurba), a.l. QS 2 : 177; QS 24 : 22
4. Ukhuwah : QS 49 : 10 dan 42 23, bahwa Muslim itu bersaudara : dan berkasih sayang dalam kekeluargaan (mawaddata fii alqurbaa)
5. Ta’awun adalah berdasar dalil a.l. QS 5 : 2 yaitu tolong-menolong dalam kebajikan dan dalam taqwa (wata’aawanuu ‘alaa albirri waalttaqwaa).
Saya rasa cukup segitu dulu…
Semoga bermanfaat.

Yesterday at 1:55am · Like

tersesatwalaupundengangps1

 

Sementara itu, saya juga menerima inbox tentang hal yang berhubungan dengan pertanyaan saya di atas.

Bambang Irawan

Sekedar urun rembug tentang bagi-bagi sedekah dipinggir jalan. Kalau instansinya itu milik swasta berarti yang bersedekah adalah yang punya instansi/perusahaan tersebut, karyawan membantu. Seringkai kegiatan seperti itu dilakukan untuk dakwah dan pendidikan. Contoh pendidikan agama yang lain adalah: hewan korban itu sebetulnya satu orang setara dengan satu ekor kambing/domba, tetapi di SD biasanya dianjurkan beberapa siswa berpatungan membeli seekor kambing korban. Secara syari tentu tidak tepat disebut korban, sebab anak SD juga belum mampu, tetapi itu adalah usaha mendidik. Dalam hal karyawan membantu memberikan sedekah milik perusahaan menurut saya sangat baik untuk pendidikan dan mengingatkan. Tidak semua karyawan sadar agama dan tidak semua yang sadar agama mampu bersedekah. Kegiatan ter menurut saa baik saja untuk pendidikan dan menimbulkan kebiasaan karyawan untuk bersedekah. Mungkin bagi yang sudah terbiasa menjadi tampak kurang bermanfaat, tetapi harap diingat tidak semua kawan kita memiliki kesadaran beragama yang sama.

ghg

Bagi saya pribadi, kedua jawaban tersebut tentu sama baiknya. Dan tidak perlu kita perselisihkan. Sebab bagaimana kita beribadah adalah berdasarkan keyakinan dan niat kita, yang dikembalikan kepada Allah SWT.

Besar harapan saya, copy paste percakapan  saya ini menjadi wacana bagi kawan-kawan untuk semakin bersemangat berbagi keshalihan.

Selamat meryakan ramadhan! ^_^

 

 

 

 

 

——————————————eon

kabkdr.shelter7.080730072013

 

 

 

 

Sekilas tentang narasumber (yang saya ketahui):

  1. Arie Png Adadua : adalah salah satu penulis sastra senior sekaligus moderator grup Asal Suka Menulis dan grupTanya Jawab Mengenai Islam di Facebook.
  2. Bapak Bambang Irawan, adalah dosen senior jurusan Biologi, fakultas Sains dan Teknologi Unair, sekaligus penulis buku-buku genetika.

*sumber gambar, semuanya adalah hasil browsing internet.

[curhat] terlalu besar berharap dan merasa memiliki

Posted on

sepertinya lama sudah sejak tulisan terakhir di blog ini ku-update. tau mungkin perasaan bersalahku saja yang mengejar-kejar sebab memang jadi terlalu sibuk mengurusi toko. 🙂

baru saja nafasku, sesak, lagi, terlalu banyak mikir mungkin, terlalu memasukkannya ke hati. yaah.. jadi tulisan kali ini anggap saja curhat.

kawan, pernah tidak memiliki sahabat, orang terdekat, dan banget banget kita sayang, atau sejenisnya itulah. yang ketika ke mana pun kita pergi bersamanya, di mana pun itu, mereka tak pernah berhenti membanggakanmu, menceritakan kelebihan-kelebihanmu, menunjukkan potensimu, mempromosikan usahamu, membukakan jalur komunikasi pada orang-orang penting, dan sebagainya, dan lainnya. punya sahabat seperti itu?

beruntung ya, tentu? 🙂

lalu kenapa aku curhat? hihihi hehehe

sebab kemudian jadi aneh, ketika secara personal dan baik-baik kita meminta bantuannya, untuk konsisten mempromosikan diri kita, tanpa atau ketika kita tidak berada bersamanya.

apa aku ini sejenis “diwehi ati ngerogoh rempelo?” (diberi hati minta jantung?) hihihii

namun dengan tegas mereka menolak permintaan kita itu. membingungkan, ya?

sebab dari logika dan kalkulasi waktu, apa yang mereka lakukan, menceritakan kelebihan kita ketika kita berada di dekatnya, sepertinya penolakan itu tak nyata. wekekeke

kecewa.

iya, itu yang kurasakan kemudian.

tapi aku yang pemalu ini (pemalu untuk menceritakan sendiri apa yang kumiliki) sebenarnya memiliki harapan besar dan meletakkan kepercayaan bahwa aku sedang didukung. tapi jika kemudian lantas ditolak. yaaah…!

“salah satu kunci merasakan bahagia adalah tidak merasa memiliki.”

begitu kata seorang besar yang kujumpai di kota singgahku kali ini. iya, aku tidak merasa memiliki semua harta benda yang mengelilingiku kecuali milik Allah. iya, aku tidak memiliki anak, suami, keluarga yang sungguh membanggakan kecuali titipan Allah. iya, aku tidak memiliki diriku, kecuali milik Allah. iya, aku terus berproses memahami sebuah kalimat itu. terngiang, teringat selalu dalam benak.

iya, mungkin, sebab aku merasa memiliki dukungan, sahabat, sehingga aku menjadi kecewa ketika apa yang terjadi kemudian tak sesuai yang kuinginkan. 

kawan, ada banyak hal selain permasalahan ini yang membuat kita merasa memiliki. sehingga kita lalu kecewa.

tapi aku seperti kalian, ingin merasakan bahagia. namun bahagia sebab melepaskan, tidak membuat diri merasa memiliki. sebab apa yang sedang kita tuju, keridhoanNya, khazanah akhirat yang luar biasa dijanjikanNya indah.

selamat malam, kawan.

selamat bermuhasabah.

 

 

 

 

 

 

————————eon

kabkdr220513052013

 

 

%d bloggers like this: