RSS Feed

Category Archives: dongeng

Damaiku, kupu-kupu…

Posted on

Hasil gambar untuk white butterflies

Pagi yang indah di pekarangan belakang rumah. Segar udara sehabis hujan dan mentari yang masih enggan dan malu-malu bertandang. Semburat kuning keemasan yang hangat. Sebentar lagi pasti kita saksikan pelangi mencipta dirinya melengkung dibalik rerimbunan semak perdu yang diam-diam menyimpan embun. Lalu, setiap embun itu pasti akan pecah juga menjadi pelangi kecil-kecil untuk mata kita yang jeli-jeli berjongkok mengintip menyapa dengan senyum. Embun yang membutir di pucuk-pucuk daun, rerumputan dan dahan-dahan miring.

Pagi yang merdu, dengan cericip burung-burung perdu. Nyanyian prenjak dan celoteh bondol. Kepak-kepak sayap burung gereja dan dengkur kipasan yang melompat-lompat diantara dahan. Derik tenggerek dan lengking cipoh yang menyayat merdu, melahirkan rasa rindu geli yang ajaib, jauh di puncak-puncak pohon tinggi. Lalu apalagi? Ah… suara gemericik air di sungai kecil yang ada diantara kejauhan perdu-perdu ini, masuk diantara pekarangan belakang dan tepian hutan.

Pagi yang damai dengan kakiku yang telanjang membelai tanah basah, jalanan yang becek selepas guyur hujan semalam. Membuatku melupakan segala penatku, masalahku antara uang dan waktu, antara ambisi dan nafsu, antara cita-cita dan mimpi, juga antara kita yang selalu berjauh-jauhan dan bertengkar.

Tidak! Kulupakan saja itu semua sekarang. Sebelum segar udara pagi ini menguap dan mentari semakin kejam menyengat. Kaki telanjangku dingin, menikmati lembut lempung tanah berair. Betapa nyaman. Menyaksikan daun-daun kecil mengangguk-angguk. Hendak membelaikukah? Ah…aku begitu damai dan terbitlah senyumku yang tulus.

Lalu ketika aku melaju mengayun kaki semakin jauh menuju tepian hutan. Aku mendapati segerombol kupu-kupu putih cantik hinggap di bebatuan di tengah jalan. Sedang apakah mereka? Berkerumun pada batu-batu kecil disekitar kubangan air keruh. Hati damaiku melonjak, berjingkrak serta merta ingin menjelma kupu-kupu. Berkumpul bersama kawan-kawan dan keluarga, sahabat-sahabat dan kekasih. Bersama tertawa, terkikik, berdendang membicarakan kubangan keruh dan batu dingin tempat aku hinggap bersama mereka.

Kupu-kupu kecil putih yang jernih, betapa membuat kuning keemasan warna udara menjadi lebih terang namun tak menyilaukan. Betapa aku ingin bersama mereka. Maka, segera aku berlari. Berlari menuju batu tempat mereka hinggap. Jalan licin yang becek ini membuat kakiku selip, dan aku terpeleset jatuh berdebam.
”Tuhan…!” teriakku, entah dalam hati, entah lantang dari mulutku. Lalu, kulihat kerumunan kupu-kupu itu berhamburan. Jatuh debamku beresonansi, menggetarkan udara, mengalirkan energi besar mengusik dingin udara, menggemparkan kerumunan kupu-kupu putih mungil yang tak jauh dari mataku. Mereka terbang menjauh.

”Tunggu aku..!” pekikku, sekali lagi entah dalam hati, entah lantang dari mulutku. Aku bangkit, berdiri, berlumpur. ”Tunggu aku…”

Mereka mendengarkah? Atau tak peduli lagi dengan gelombang udara yang tiba-tiba berubah? Sekarang mereka hinggap lagi. Tenang. Berkerumun. Begitu indah gemerlap tertimpa cahaya mentari keemasan mengurai pelangi baru lagi.

Berkerumun di tempat yang sama ketika pertama kali aku melihat mereka. Sekarang aku tak berlari, kakiku nyeri. Namun, aku mengendap, mengangkat kaki perlahan yang seharusnya kuseret sebab sakit. Semoga kupu-kupu itu tak hirau hadirku mendekat.

Tepat ketika sampai di dekat mereka, aku melompat diantara batu-batu kecil tempat mereka hinggap dan kubangan-kubangan keruh.
”Horeee…!!!” teriakku lantang dari mulutku sekarang. Aku tahu. Dan mereka, kupu-kupu putih kecil itu semburat, menghambur terbang berkeliling diantara tinggi rendah tubuhku. Mereka tak pergi, tapi di sekitarku. Putih mungil. Kecil-kecil.

Aku menari berputar-putar. Melompat ke kanan kiri menghentaki bumi becek di bawahku. Aku bahagia. Aku damai. Menjadi kupu-kupu. Terus, aku menari. Terus. Terus. Terus. Hingga mentari meninggi, embun-embun singkap dari pucuk-pucuk daun, rerumputan dan dahan-dahan miring. Hingga pelangi pudar kikis dan kicau burung-burung perdu merendah lalu satu-persatu kupu-kupu putih mungil itu terbang menjauh.
Aku lelah dan aku rindu.

Nightingale just sing you a song
10012010.1534

[curcol] terompet tahun baru

Posted on

Semalam, lepas isya’ Karin pamit untuk tidur lebih dulu. aku mengiyakan tanpa mengantarnya tidur seperti biasa, sibuk menginstal software yang dibutuhkan leptopku yang baru saja jebol beberapa hari lalu, hehe
tanpa menoleh, aku mendengar Karin menutup pintu kamarnya. tentu saja membuatku berasumsi, ia tidur di kamarnya sendiri, bukan di kamarku, seperti malam-malam lainnya ketika abi-nya harus menginap di kantor.

pukul 21:00 kira-kira, petasan pertama meledak kencang di depan rumah. Yaa Salaam, spontan beristigfar lalu lari ke kamar Karin, mengeceknya apakah ia terbangun dengan gelisah dan terkejut, kepanikan bertambah, saat pintu kamar yang terbuka itu tidak menyodorkan sosok Karin di atas tempat tidurnya. Yaa Allah, anak ini dimanaaa?
cepat-cepat saja kucari di bawah, di samping kasur, di sudut kamar, tempat biasanya dia membuat tempat tidurnya sendiri seolah kemping! hihihi

hasilnya? none!

lari deh, aku ke kamarku. bersyukur dia ternyata tidur pulas di sana dengan menyalakan kipas angin mini warna kuning hadiah pamannya/amminya(adik bungsuku). bersyukur ia nyenyak tak terganggu bunyi petasan. 🙂
pagi ini, ia bangun seperti biasa, lebih segar dari kemarin, melompat dari tempat tidur, meminta ijin memakai laptopku dan mencium pipiku lamaaaaaaaa sekali sampai kami berdua sama-sama kehabisan nafas dan tergelak bersama. ciuman itu kami namakan ciuman tempel! hihihi
sebab selain menciumnya nempel lama banget, pasti salah satu dari kami akan berkata “aduh! aduh! nempel nih! gak bisa lepas!” hihihi

beberapa saat memakai laptop, teman-temannya bersepeda di luar rumah sambil meniup terompet mereka. dan Karin lari ke jendela, sembari kutegur,
“Karin, jangan usil, biarin ah. lagian malu auratmu kelihatan!”
“gak, cuma mau ngomong dikit sama temen-temenku dari sini.”
“mas! dimas! gak usah tiup-tiup terompet! berisiiiikkk taauuukk! gak bisa niup terompet aja gitu, huu….!”
*tepok jidaaaddhh* haduuuh …
si Karin pasti berpikir, niup terompet tahun baru harus berirama seperti meniup terompet alat musik. yaelaaahh…
*ngikik sendiri* :p ;))

dan teman-temannya pun semakin kencang meniup terompet, sementara Karin sudah mencari baju mainnya untuk lari keluar. halaaah..halaaaah… padahal belum mandi 😦 😦

sumber gambar: internet

sumber gambar: internet

[curcol] mengenang Banyuwangi

bismillahirrahmanirrahimm…

Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, Nabi Saw bersabda: "Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat akan diberikan cahaya baginya di antara dua Juamat." (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahishkan oleh Syaikh Al Albani)

Dari Abu Sa’id Al Khudri ra, Nabi Saw bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat akan diberikan cahaya baginya di antara dua Juamat.” (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahishkan oleh Syaikh Al Albani)

Sebelum mengetahui hadist sahih tentang sunnah Rasulullah yang layak dikerjakan di malam Jumat (mulai hari Kamis ba’da Ashar sampai hari Jumat habis), yaitu membaca surat Al Kahfi, aku pernah menangis kali pertama ketika menyadari, surat yang kubaca lepas magrib waktu awal-awal sampai di kotaku yang baru ini, adalah surat Al Kahfi. Tepat di tengah surat, ada selipan selembar kertas, yang ketika di Banyuwangi kubiasakan menyelipkannya di antara halaman-halaman Qur’an. Menulisi kertas itu dengan ayat terakhir yang kubaca bersama teman-teman ibu-ibu masjid Ahmad Dahlan.

LAST (READ)! 27/5/2012 QS. Al Kahfi : 44

290920131769

Awalnya tidak begitu paham, namun setelah kubolak-balik selembar kertas notes itu, tiba-tiba hatiku disergap perasaan rindu. bu Yeni yang selalu duduk di sebelah kananku, karena selalu datang paling awal, bu Yuka yang selalu di sebelah kiriku, bu Endah, bu Narti, bu Susi, bu Darul, mbak Enfi, bu Tyas, bu Hasnah, bu Yuyun, dan yang lain yang kadang bisa hadir kadang tidak. Iya, aku rindu duduk di antara mereka di dalam masjid dengan bangku-bangku kayu, tawa yang renyah, obrolan-obrolan yang selalu positif membuatku merasa kuat. yang terakhir bergabung, bu Tatik yang akhirnya pindah mengikuti suaminya juga, ibu lucu yang selalu membuatku grogi ketika tiba giliranku tilawah. beliau pasti duduk mendempet di dekatku, katanya ingin bisa membaca sepertiku, padahal, bagiku, bacaan tilawahnya sangat eksotik. kekentalan cengkok Osing-nya membuatku menganga dalam paduan bacaannya.

Jauh setelah kurenungkan sekali lagi, sergapan rasa rindu itu kupikir juga sebab adanya Ustadz Abdallah yang santun, yang lemah lembut, yang ringan tegurannya tapi sangat menampar, ustadz yang membimbingku dan ibu-ibu waktu itu.

Sampai hari ini, sejak mengetahui hadist tentang pembacaan surat Al Kahfi di malam jumat, aku tetap menyelipkan selembar kertas notes itu tepat di surat Al Kahfi, dengan harapan, bacaanku kelak bisa memulyakan Ustadz Abdallah dan kawan-kawanku kala itu. Mengenangnya dalam doa-doa yang khusyuk.

Sekarang, ketika malam Jumat tiba dan Al Kahfi menjadi bacaanku, rinduku semakin sarat, sedalam hati kehilangan Ustadz kami, ayah dan kakek kami tercinta bapak Abdallah memang telah berpulang.

Allahummagh firlahuu, warhamhu, wa’aafiihi wa’fuanhu.

Yaa Allah, ampunilah segala dosa beliau, kasihanilah dia, dan hapuskanlah kesalahan-kesalahannya. aamiin.

Sesampainya di kota ini, kenangan dan taman surga yang kudapati di banyuwangi kala itu, tak rela kubiarkan hilang, dan Allahurobbul’alamin selangkah demi selangkah membimbing kakiku mempertemukan satu per satu taman-taman surga di kota ini.

Kedatanganku di kota ini membawa keinginan, bertemu ustadz yang mampu mentransfer ilmu seperti beliau. pelajaran tajwid, kisah-kisah teladan sahabat nabi, menulis arab, memperbaiki muamallah melalui fiqih, hadist-hadist, paket paling komplit. namun, bertemu orang yang sama tentulah bukan sesuatu yang mudah.

Setahun sudah perjalananku di kota ini, yang jika setiap malam hari Senin aku mengenangkan masa di Banyuwangi, selalu menjadi waktu kritis mengerjakan tugas menulis bahasa arab. Sambil sesekali berkirim sms ke bu Yeni atau bu Yuka yang isinya, betapa aku rindu mengerjakan tugas menulis arab di malam hari senin. Setahun ini pula, akhirnya aku dipertemukan dengan ustadz yang memberikan pelajaran menulis arab. Alhamdulillah, malam Senin ini, sambil mengenang malam senin banyuwangi, aku menulis kembali huruf-huruf Qur’an.

tehnik berbeda, tapi tetep juga untuk memperbaiki tulisan hijaiyahku hehe

tehnik berbeda, tapi tetep juga untuk memperbaiki tulisan hijaiyahku hehe

290920131768

tehnik menulis di Banyuwangi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Meski tidak bisa bertemu dengan ustadz yang sepaket seperti almarhum ustadz Abdallah, aku tetap bersyukur, menjadi lebih banyak majelis, taman-taman surga yang bisa kuhadiri, dengan kajian khususnya masing-masing. lelah harus ke sana ke mari itu tiada apa-apanya, aku yakin, malaikat-malaikat Allah membentangkan sayap-sayapnya bagi mereka yang berjalan menuju majelis-majelis ilmu. 🙂

Semoga rahmat Allah untuk teman-teman di Banyuwangi yang masih gigih menegakkan risalah, semoga Allah menghadiahkan sebesar-besar ampunan dan menjadikan kita semakin tawadu’. aamiin.

 

 

 

 

 

 

 

—————————eon.

shelter721030929

[muhasabah] meletakkan harap

Posted on

Betapa harapan akan selalu terbentur dengan tembok raksasa, kuat dan kokoh, sulit dan kian susah ditembus diri.
Betapa harapan akan selalu menemui jalan buntu, sangat sulit bahkan melihat celah cahaya sekali pun.
Betapa harapan akan selalu menyesakkan, mendatangkan sakit di tubuh dan hati, membawa kepada putus asa hingga mengakhiri hidup adalah pilihan satu-satunya.
Betapa kesulitan akan terus bertambah-tambah, mengapa?

Sebab kami lupa, merendahkan diri.
Sebab kamu lupa, menundukkan diri.
Sebab kami lupa, di mana semestinya harap diletakkan.
Harapan bukan diletakkan di diri, diletakkan pada kekasih, suami, istri, anak, keluarga, bahkan bukan di tempat kami mencurah segala energi. Dimana semestinya?

Allahurobbi, kekasih para hamba yang shalih. Yaa Latif Yaa Nuur
Pada-Mu lah tempat harapan disandarkan, diletakkan, diserahkan, ditumpukan.
Maka cahaya akan selalu tampak.
Maka jalan yang penuh kelegaan, keluasaan, kelapangan akan selalu terbentang.
Yaa Allah Yaa Baatin Yang mengetahui segala rahasia
Yaa Fattah Yang membukakan segala pintu jalan keluar dari kesulitan
Yaa Allah Yaa Raafi’ yang mengangkat segala kesusahan
Yaa Allah Yaa Haadi yang maha memberikan petunjuk
kami letakkan harap kami padaMu, sungguh, kami yakin tak ada secuil pun harap kami yang akan sia-sia di hadapanMu.

KEISTIMEWAAN SHOLAT TARAWIH DI BULAN RAMADHAN

Posted on

sumber gambar: internet

sumber gambar: internet

 

Tahun lalu, ketika tiba di kota yang saya tinggali sekarang, saya beserta suami tentu saja sibuk membuka jalur akses ke rumah sewa kami yang baru. Mulai dari memasang tv kabel, layanan internet, jasa kurir dan pos, dan lain sebagainya.

Suatu ketika saya sekeluarga mengunjungi sebuah kantor layanan jasa, sambil menunggu di lobi untuk mengatri di panggil ke meja customer service, seperti biasa saya yang kadang suka susah duduk diam, mengacak-acak isi lobi. Dari koran-koran yang digantung di sudut, brosur-brosur layanan jasa, mengobrol dengan petugas satpam dan menelusuri mejanya. Hihihi… iya, saya ingat saya sangat aktif tak bisa diam.

Saya juga ingat, waktu itu menjelang bulan Ramadhan. Satu yang menarik saya dari meja pak satpam ini, ada booklet mini berwarna merah. Tinggal 2 (buah) saja, sepertinya memang dicetak terbatas. Setelah menanyakannya bolehkah saya ambil untuk dibawa pulang, ternyata petugas itu mengijinkan. Saya senang sekali. Sangat senang bahkan, sebab booklet itu berisi tentang keistimewaan sholat tarawih.

fgc

sumber gambar: internet

Nah! Mumpung ini juga Ramadhan, pasti pengetahuan ini akan berguna bagi kawan-kawan, sekaligus menambah semangat kita untuk melakukan sholat tarawih selama Ramadhan. Tanpa putus sampai malam terakhir.

Berikut Keistimewaan Sholat Tarawih yang diambil dari riwayat Ali bin Abi Tholib Radliyallahu’anhu:

Hari 1    : Seorang mukmin akan dikeluarkan dari dosanya seperti ia dilahirkan dari perut ibunya.

Hari 2    : Diampunkan baginya dan bagi kedua ibu bapaknya jika keduanya itu beriman.

Hari 3    : Berserulah seorang malaikat dari bawah; Arasy: mulailah olehmu dengan beramal, Allah SWT telah mengampunkan apa-apa yang terdahulu daripada dosa-dosamu

Hari 4    : Baginya pahala seperti membaca Taurat, Injil dan Furqaan

Yaitu kitab-kitab Tauhid yang murni, yang diturunkan sebelum Al Quran, bukan yang telah ditambahi dan atau dikurangi isinya seperti di jaman ini.

Hari 5    : Allah berikan kepadanya seperti pahala orang yang sholat di Masjidil Haram, Masjid Madinah, dan Masjidil Aqsha.

Yaitu masjid-masjid yang menyertai perjalanan sejarah Islam bersama Rasulullah. Masjid Madinah adalah masjid tertua di dunia, majidil Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam, yang kemudian oleh Rasulullah dipindahkan ke masjidil Haram pada bulan ke-17 Hijriyah.

Hari 6    : Allah berikan kepadanya pahala orang yang thawaf pada Albaitul Ma’mur dan memohonkan ampunan baginya oleh segala batu dan lumpur.

Waaah.. jelas ini untung besaaaaarr…! hehe apalagi yang belum pernah pergi berhaji dan melakukan thawaf seperti saya.

Hari 7    : Maka seolah-olah dia mengalami zaman Nabi Musa as dan menolongnya dalam melawan Fir’aun dan Haamaan.

Subhanallah….bayangkan kita di jaman itu, berjihad, ada ribuan pahala, rahmat dan keberkahan luar biasa pasti yang disediakan Allah untuk kita.

sumber gambar: internet

sumber gambar: internet

Hari 8    : Allah berikan kepadanya akan apa-apa yang diberikan kepada Nabiyallah Ibrahim As.

Nabi Ibrahim As adalah ayah bagi seluruh umat, Nabi yang Hanif (lurus) dan begitu tunduknya kepada Allah Ta’ala. Ujian Allah yang begitu berat jika saja kita berada di posisi beliau, beliau kerjakan dengan ikhlas. Sebab beliau yakin bahwa kebesaran, kekayaan, dan kuasa Allah lah satu-satunya yang patut diimani.

Hari 9    : Maka seolah-olah ia menyembah Allah SWT seperti ibadahnya Nabi Muhammad SAW.

Subhanallah…subhanallah….

Hari 10  : Allah berikan rizki kepadanya akan kebaikan dunia dan akhirat.

Hari 11  : Keluar ia dari dunia seperti hari lahir ia dilahirkan oleh ibunya.

Maksudnya adalah, mati, meninggal dalam keadaan suci. Subhanallah, saya membayangkan surga memangil-manggil orang-orang yang mati dalam keadaan suci.

Hari 12  : Datang ia pada hari kiamat pada wajah laksana bulan di malam empat belas.

Tengah bulan adalah tanggal 13, 14 dan 15 (hitungan bulan Hijriyah). Sehingga ada puasa sunnah tengah bulan di setiap tanggal itu. Puncak sinar bulan yang paling indah. Siapakah yang tidak ingin menghadap Robb nya setelah hari kita dibangkitkan kembali, menghadap dengan wajah yang bersinar-sinar terang namun penuh kelembutan?

Hari 13  : Datang ia di hari kiamat dengan keadaan aman daripada tiap kejahatan.

Hari 14  : Datanglah para malaikat menyaksikan bahwa dia telah melakukan sholat tarawih.

Indahnyaaaa…malaikat yang datang menjadi saksi kita mengerjakan tarawih tentu tidak hanya diam, mereka pasti akan mendoakan kita, berapa banyak malaikat yang turun? Berapa banyak doa mereka akan terlantun? Dan malaikat akan menjadi saksi yang meringankan kita kelak di hari pembalasan.

Hari 15  : Para malaikat dan para pemikul-pemikul ‘Arasy dan kursi memintakan ampun untuknya.

‘Arasy tempat Allah bersemayam, kursinya dipikul oleh ribuan malaikat, jika satu malaikat saja bentangan sayapnya sepanjangn ufuk timur dan barat, sungguh kerajaan Allah lah yang paling besar. Tidak hanya malaikat pemikul ‘Arasy, kursiNya pun memintakan ampun untuk kita.

Hari 16  : Dituliskan Allah baginya kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan untuk masuk ke dalam surga.

Subhanallah ya? Ini luar biasa menakjubkan! Siapa yang tidak bangga menjadi seorang muslim dan mukmin?

Hari 17  : Diberikan kepadanya seperti pahala Nab-Nabi.

Hari 18  : Berserulah seorang malaikat: wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah ridho kepadamu dan kedua ibu bapakmu.

Hari 19  : Diangkatkan oleh Allah derajatnya pada surga Firdaus.

Hari 20  : Diberikan kepadanya pahala orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang shaleh.

Hari 21  : Allah buatkan kepadanya sebuah rumah daripada nur di dalam surga.

Hari 22  : Datang ia pada hari kiamat dalam keadaan aman dalam duka cita.

Hari 23  : Allah buatkan kepadanya sebuah kota di dalam surga.

Hari 24  : Ada baginya 24 macam doa yang mustajab.

Hari 25  : Allah angkatkan daripada adzab kubur.

Hari 26  : Allah SWT angkatkan baginya pahala 24 tahun.

Hari  27 : Ia akan dimudahkan melalui jembatan Shirotal Mustaqim secepat kilat menyambar.

Hari  28 : Allah angkatka baginya seribu derajat di dalam surga.

Hari  29 :  Allah berikan pahala seribu haji yang diterima.

Di setiap malam, terdapat keistimewaan sholat tarawih yang berbeda-beda, dan begitu menakjubkan buat saya, sehingga setiap saya menuliskan satu keistimewaan, saya bertasbih berkaca-kaca, dan hampir hendak menuliskannya di setiap akhir kalimat. Namun saya tahan agar kawan-kawan pembaca merasakan ketakjuban sendiri di dalam dada.

index

sumber gambar: internet

                Atas keterbatasan pengetahuan saya, saya mohon maaf, semoga artikel ini mampu menggugah semangat kawan-kawan pembaca untuk istiqomah. Allah benar-benar sedang mengobral hadiah, tak kalah dengan big sale yang di gelar mall-mall di seluruh dunia, saya yakin, bahkan big sale itu tak ada apa-apanya jika dibandingkan big sale yang ditawarkan Allah.

Iya, saya katakan “BIG SALE” juga, sebab pasti imbalan yang diberikan Allah itu tidak Cuma-Cuma, bukan sekedar tarawih kita yang harus benar, puasa sehari kita pun pasti menentukan nilainya.

Allahu’alam Bishowab, Allah akan selalu mendengar doa-doa kita, melihat usaha-usaha kita dari yang paling kecil sekali pun.

Salam bahagia di Ramadhan mulia. ^_^

 

 

 

 

——————————–eon.

Kabkdr.shelter7.10072013

catatan perjalanan kapten : inovasi wingko

Posted on

wpid-IMG-20130316-WA0002.jpg

Bagian dari sebuah perjalanan adalah adanya reportase, eh bukan, tapi catatan harian. seperti catatan harian milik kapten Patrick dalam film Startrek. 😀

Yah, kali ini pesawat luar angkasa kapten mendarat di sebuah warung bakso kecil yang memiliki banyak sekali pilihan gorengan. hihihi.. padahal sudah tahu, menghindari mengkonsumsi gorengan (makanan berminyak adalah sehat) itu sebuah kebajikan. halah. :p

gorengan bakso

aneka pilihan gorengan yang bisa terfoto, saking banyaknya pilihan sampai susah pilih angel. ;))

warung bakso ini terletak di pinggir jalan propinsi, jalur menuju kota Nganjuk dari kota Kediri bagian barat. tapi sayang, aku sedang tidak ingin mencatatkan soal baksonya atau gorengannya. tapi tentang bungkusan kecil yang ditata rapi dalam etalase warung, bertuliskan “WINGKO COIN”

 

wpid-IMG-20130316-WA0003.jpg

isi 10 biji dihargai Rp 3500,-

masyarakat Jawa Timur tentu familiar dengan makanan bernama wingko. jenis makanan yang paling mudah dibuat di rumah-rumah untuk sajian hajatan atau bahkan sekedar pendamping teh dan kopi.

semakin familiar dengan produk wingko dari kota Lamongan yang biasa kita sebut dengan Wingko Babad, sepertinya sudah menasional. dikenali sebagai makanan khas yang biasa dibeli untuk oleh-oleh. bahkan ketika aku membrowsing menggunakan keyword wingko, kata wingko babad mendapati top rating. hihihi.. keren! Halo Lamongan! ^_^

makanan yang terbuat dari campuran tepung ketan, parutan kelapa, telur dan gula ini memang makanan enak menurutku, dan pasti kawan-kawan pembaca juga mengamini. ayolah ngaku! hihihi :p

nah! wingko coin ini, atau aku lebih senang menulisnya “Wingko Koin” berukuran dengan diameter yang kecil sekali. sekitar 1,5cm saja. lebih kecil dari diameter wingko Babad yang berkisar antara 2-3cm.

meski awalnya tidak berniat benar membeli wingko koin ini, sesampai di rumah dan mencicipinya aku langsung jatuh cinta. sumpah! halaaaaah! :)) :p

apalagi sampai bengong mendapati Karin yang tiba-tiba datang, menjumputnya sebiji dan membawanya lari sambil sembunyi untuk dimakannya sendiri. Kariiiiiiiinnn…..give me moreee! :))

dibanding wingko babad, wingko koin ini terasa lembut di mulut dan lebih empuk. inilah memang keajaiban wingko, seperti jenang atau dodol yang harus di-inapkan untuk bisa digigit atau dinikmati dengan mudah, mestinya wingko bertekstur keras, tapi bukan sekeras batu lho. hihihi..

maksudnya tekstur untuk siap digigit bukan lengket di gigi seperti ketika wingko masih baru diangkat dari bakaran/oven.

tekstur lembutnya ini yang meskipun sudah di-inapkanlah yang membuatku langsung melting. *lebay* apalagi bagiku yang tidak terlalu suka manis, wingko koin ini tergolong memiliki takaran gula yang pas. mak nyuss! kata pak Bondan. joss gandooss! kata Soimah. walaaah!! :p

persis bikinan ibu di rumah, huwaa jadi homesick! :p

okelah, jika berkunjung ke kota ini, meskipun belum dijual secara “besar” seperti wingko babad, wingko koin kurekomendasikan menjadi satu lagi jenis oleh-oleh yang bisa dibawa pulang selain tahu kuning, gethuk pisang, dan stik tahu khas Kediri.

———————————eon.

kotakdr160320132316

[muhasabah] kita telah dimuliakan

Posted on

image

Hutan, gunung-gunung, langit dan seluruh semesta dijanjikan Allah ditundukkan untuk kita, manusia. Betapa kita telah dimuliakan. Maka, mari bersyukur, agar kita seperti alam semesta yang tiada henti berdzikir, kita saling meneduhkan.

Allah itu Rochiim…

————-eon.
Kabkdr150320132151

%d bloggers like this: