RSS Feed

Category Archives: doa

Tidak Ada yang Bisa Mencegah Bencana kecuali Allah

Posted on

10409277_775789575806791_8271651169512422954_n

Dari Abdullah bin Abbas Ra., beliau berkata, “Pernah saya berada di belakang Nabi Saw., lalu beliau bersabda, “Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: jagalah (agama) Allah, niscaya Dia akan menjagamu, jagalah (agama) Allah, niscaya Dia akan berada di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah; jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikit pun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu; dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu, niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.” (HR Tirmizi, Hasan Sahih)

Demikian itu menjelaskan firman Allah,
“Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS Al An’aam : 17)

Allah Swt., menegaskan kembali kekuasaanNya, tidak ada seorang pun yang dapat melenyapkan suatu kemudharatan yang ditimpakan Allah kepada seseorang, kecuali Allah sendiri, seperti sakit, kemiskinan, dukacita, kehinaan, dan sebagainya yang mengakibatkan penderitaan manusia, baik lahir maupun batin. Maka, bukanlah berhala-berhala, dukun-dukun, atau pelindung lainnya selain Allah yang acapkali dipandang oleh orang musyrik yang dapat menghilangkan kemudharatan tersebut.

Tidak ada seorang pun yang dapat mencegah suatu kebaikan yang dianugerahkan Allah kepada seseorang, seperti kekayaan, kesehatan, kemuliaan, kekuatan dan sebagainya yang menimbulkan kebahagiaan, baik lahir maupun batin.

Allah berkuasa memelihara segala kebaikan itu agar seseorang tetap sebagaimana yang dikehendakiNya.

Nabi Muhammad Saw., setiap habis shalat lima waktu membaca doa, “Yaa Allah, tak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan, tak ada yang memberi yang Engkau cegah, dan tidak memberi manfaat segala kesungguhan orang yang bersungguh-sungguh terhadap kehendakMu.” (HR Bukhari)

Ayat ini (Al An’aam : 17) menunjukkan pula bahwa setiap manusia, baik yang menginginkan kebaikan maupun yang menghindari kemudharatan, haruslah meminta pertolongan kepada Allah Swt., semata dengan cara berusaha mengikuti sunnahNya yang berlaku di alam ini dengan berdoa sepenuhnya kepadaNya dan tidak menyekutukanNya.

“Dan Dialah yang berkuasa atas hamba-hambaNya. Dan Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui.” (QS Al An’aam : 18)

Sumber:
Penjelasan ayat Al-An’aam :17 dari Al Qur’anulkariim spesial for muslimah, seri Bilqis Cordoba.
Tafsir oleh Dr. Wahbah Zuhaili, Tafsir Al Munir, jilid 7-8, 1998:157.

Semoga manfaat.

———————————-eon.

27 Ramadhan 1435 H, Shelter 8

Ditulis ulang oleh Dini Kaeka Sarii.

Advertisements

[Kajian parenting 1] : Darimana Anak-anak Shalih Berasal?

Posted on

[hadist qudsi]

Dari Abu Hurairah Ra., dia berkata, Rasulullah Saw. Bersabda, “ Sesungguhnya Allah Swt. Akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga; hamba itu kemudian berkata, ‘Wahai Rabb, dari mana semua ini?’ Maka Allah Swt. Berfirman, ‘Dari istigfar anakmu.’”

[HR Imam Ahmad] (Mustafa bin ‘Adawi, As-Shahiihul Musnad minal Ahaaditsul Qudsiyyatu, t.t.: 198)

Betapa perkembangan jaman sekarang ini semakin mengkhawatirkan bagi orang tua-orang tua yang peduli dan berpikir pada keselamatan anak-anak mereka jauh di depan. Dan betapa orang tua-orang tua jaman ini dituntut lebih keras berusaha menjadikan anak-anak yang siap menghadapi jamannya beberapa tahun lagi sepanjang hidupnya dan menjadikan anak-anak shalih, yang ketika di hari akhir nanti bisa menjadi penolong orang tuanya, ter-entas dari siksa neraka, termuliakan dengan naiknya derajat orang tua dari lapis surga paling bawah menuju surga tertinggi.

Berangkat dari kondisi jaman yang terus dan semakin menawarkan kekacauan, dan berpegang pada hadist qudsi di atas, anak-anak yang bisa beristigfar yang dimaksud tentu bukanlah istigfar yang biasa. Namun istigfarnya anak yang shalih, yang tunduk kepada Rabb-nya, dan begitu dalam mencintai orang tuanya.

Itulah tugas kita, para orang tua kepada anak-anaknya, ladang amalan-pahala negeri akhirat, membawakan dan menghadirkan cinta kepada Rabb-nya, mengenalkan anak-anak pada Rabb-nya sehingga mereka kelak menjadi anak-anak shalih pemulia orang tuanya.

Pertanyaan berikutnya yang lahir adalah;  bagaimana menjadikan anak-anak pandai beristigfar dengan kesadaran dan kemauan mereka sendiri bahkan sampai jauh ketika kita (orang tua) telah kembali berpulang ke rahmatullah? Sampai jauh ketika kita tidak lagi bersama mereka?

1. Memperbaiki komitmen dan niat pernikahan

Bagi yang belum menikah, point ini crusial. Meluruskan niat, bahwa menikah disebabkan karena kecintaannya pada Allah Swt dan Rasulnya. Menyempurnakan setengah diin (agama). Bukan sebab ingin memperbaiki keturunan saja, memperbaiki kemampuan finansial saja, dan sebagainya, dan seterusnya.

Lalu bagimana dengan yang sudah terlanjur menikah tapi jika di-flash back niatannya hanya bersifat duniawi saja? Point ini juga penting. Bagaimana kemudian antara suami dan istri mendiskusikan kembali MoU (memorandum of understanding) atau aturan pokok kesepahaman dalam kerjasama, begitu gurau bu Nia menyampaikan. Perjanjian yang jelas dengan melibatkan Allah di dalamnya, akan jelas pula apa yang akan dikerjakan suami, apa yang dikerjakan istri dan apa yang mesti dilakukan anak-anak.

Screenshot_2013-10-15-09-32-00

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [QS. At Tahriim : 6]

Semua tujuannya jelas; keselamatan diri dan keluarga dari siksa neraka. Maka setiap individu anggota keluarga akan bergerak ke arah yang sama, menjadi rahmat (petunjuk) satu sama lain demi keselamatan dan berkumpulnya kembali keluarganya, yang tentu bukan di tempat yang tidak kita inginkan.

2. Menghadirkan suasana yang hangat dalam rumah

Setiap anggota keluarga yang paham dirinya sebagai rahmat bagi anggota keluarga yang lain, langkah berikutnya adalah dan otomatis akan tercipta atmosfir yang hangat dan saling dukung. Kalau pun belum, maka suasana yang hangat di dalam keluarga haruslah diupayakan oleh orang tua-orang tua, sebagai media pendidik Allah kepada anak-anaknya.

Dibanyak kasus yang terungkap, di Kediri, anak-anak yang sulit dikendalikan, anak-anak yang melakukan tindak kekerasan dan perilaku-perilaku menyimpang lainnya, Lembaga Perlindungan Anak Kediri menyatakan, mereka memiliki keluarga yang dingin, suasana yang tidak mendukung dirinya (anak) dihargai sebagai individu yang berharga.

Anak-anak yang secara terus menerus mendapatkan suasana yang tidak membuat diri mereka nyaman, dengan orang tua-orang tua yang sibuk sendiri-sendiri, menjadikan mereka anak-anak yang tidak pula peduli dengan sesamanya, lingkungannya.

Berikut doa yang dianjurkan:

1

“Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.’” [QS. Al Furqaan : 74]

Menurut ustad Muhammad Hatta, inilah doa yang mesti kita minta secara istimror (berkelanjutan, tak putus) sehingga senantiasa kita akan mendapati pasangan dan anak-anak yang menyenangkan hati. Beliau juga menyampaikan, doa ini adalah sebagai salah satu bentuk usaha yang wajib untuk diwujudkan. Dalam artian, mewajibkan diri untuk mewujudkan pasangan dan anak-anak yang menyenangkan hati, selain dengan berdoa, di dalamnya terkandung makna, diri, sebagai individu anggota keluarga akan bergerak sesuai porsinya menjadi rahmat bagi anggota keluarga yang lain, saling mengingatkan kebaikan dan ketaqwaan.

“…dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang beriman.”

Masih menurut ustadz Hatta, kalimat itu adalah kalimat visioner. Kalimat yang memacu diri untuk bergerak lebih dahulu dalam kebaikan, lalu menginspirasi orang-orang baik lainnya. Sebagai stimulus untuk terus berinovasi dalam hal kebaikan dan ketaqwaan.

Sehingga dari sanalah kita akan melihat betapa ghiroh (kekuatan azzam), keras dan bulatnya tekad untuk memacu diri menjadi orang yang bertaqwa. Banyangkan saja, jika sikap ini sudah dicontohkan oleh suami kepada istri, dicontohkan ayah dan bunda kepada anak-anak. Kebaikan-kebaikan dalam jalan taqwa akan membentuk karakter anak-anak yang kuat dan nyaman, lantas di jaman kemudian mereka mandiri tanpa orang tua, mereka mampu pula menginspirasi sekitarnya untuk saling berlomba dalam kebaikan.

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya. Segala puji bagiNya pemilik semesta alam, yang bersemayam di ‘Arsy yang angung.

Semoga bermanfaat.

Disarikan dari kajian Ibu Kurnia Lestari, Koordinator Program Lembaga Perlindungan Anak Kota Kediri

Dan tokoh Tarbiyatul Aulad fil Islam (Parenting dalam keIslaman) Kediri, Ustadz Muhammad Hatta.

—————————-eon

Shelter7.3to15102013.1056

[review buku] Pekerdja di Djawa Tempo Doeloe — Olivier Johannes Raap

Posted on

Alhamdulillah, akhirnya, saya senang sekali mendapatkan kesempaan berkunjung ke Museum Airlangga yang satu lokasi dengan goa Selomangleng. Berkali-kali diundang kawan-kawan dari berbagai komunitas saya selalu saja mendapati halangan untuk datang, kebanyakan karena sakit, hehe, alhamdulillah sakit. 😉

Hari itu, Sabtu, tanggal 22 September 2013, dengan kondisi kaki yang baru saja pulih dari trauma, Allah akhirnya mengijinkan saya berjumpa dengan kawan-kawan dari komunitas Pelestari Budaya dan Sejarah Khadiri, beberapa komunitas sejarah dan budaya dari kota lain, pengrawit dan sinden dari siswa-siswi SMPN 6, dan banyak pengunjung kawasan wisata Selomangleng dari berbagai latar belakang kepentingan dan komunitas.

Tugas saya pagi itu, menjadi narasumber pe-riview, halah, padahal pekerjaan mereview dengan serius sering sekali saya abaikan, hehe.. tapi kehormatan itu saya terima dengan senang hati, dengan niatan semoga Allah menambahkan wawasan dan membuka pintu-pintu segala macam informasi yang saya butuhkan kelak dalam proses kerja dan belajar saya berikutnya.

dan beginilah review saya: ………

cover

Pertama kali yang menjadikan saya takjub saat menerima buku ini adalah tampilannya. Cover yang eksklusif dan kertas isi yang glossy menimbulkan kesan mewah dan kesan ekspensif. Hehe.. namun saya yakin, setelah membuka isinya dan membaca dengan kecintaan, buku ini sepadan dan sangat rekomended dijadikan salah satu koleksi dalam rak buku kita di rumah.

Seperti biasa, kata pengantar adalah menjadi sorotan utama saya sebelum mengubek-ubek isi buku. Pengantar yang ditulis Seno Gumirah Ajidarma, penulis favorit saya tentu saja menyedot perhatian. Memaksa saya untuk tinggal di sana agak lama agar saya tidak tersesat ketika menikmati isi sebuah buku.

Ketakjuban berikutnya, ketika membuka halaman daftar isi. Wow! Saya bilang. Ternyata Mr. Olivier membuat pemetaan yang luar biasa di luar apa yang sedang saya pikirkan. Ini kejutan. Sejarah memang bisa dibaca dari kebudayaan, tradisi dan kebiasaan yang sedang berkembang. Berbeda dengan kesukaan saya pada pemandangan alam, yang lantas kemudian saya pikir, jika saja dibukukan, mungkin tidak akan menjadi sumber bacaan sejarah, galian detail tentang apa yang pernah terjadi pada nenek moyang kita jauh di tahun-tahun sebelumnya.

Buku ini yang sebenarnya sangat saya sayangkan sebab bukan saya yang menulisnya, atau kawan-kawan dari Jawa sendiri yang menulisnya membuat saya semakin ingin untuk membaca. Namun lantas, disinilah keeksotikan wacana yang diberikan buku ini. Sorotan yang berbeda akan muncul berbeda pula jika penulisnya berasal dari orang-orang Indonesia sendiri.

Di luar itu, saya berusaha menelaah, keuntungan dan manfaat yang bisa kita peroleh dengan hadirnya buku ini, yang pertama, menduniakan keberadaan bangsa indonesia. Ah itu kan sudah. Iya! Namun ekspos terhadap sesuatu yang secara terus menerus akan memberikan efek lebih dalam, pengenalan yang lebih pada bangsa Indonesia, khususnya Jawa.

Yang kedua, lewat penjelasan, cara Mr Olivier menyajikan gambar dan cerita yang menunjukkan bahwa memang deskripsi yang dihadirkan melalui studi panjang dan sangat serius, berdampak dengan lebih menasionalkan sejarah-sejarah yang pernah terjadi di jawa.

Yang ketiga, bagi orang-orang Jawa sendiri, buku ini sepeti bisa dijadikan acuan, bacaan, dan bahan tambahan wawasan untuk lebih mengenali indentitas dirinya sebagai bagian dari sejarah. Untuk kemudian menjadi telaah maju atau sebagi sumber cerita bahwa kecintaan kepada diri pasti akan berdampak pasa pemahaman terhadap apa yang harus dikerjakan di masa berikutnya.

alun-alun Kediri seabad yang lalu, dalam buku Pekerdja di Djawa Tempoe Doeloe

alun-alun Kediri seabad yang lalu, dalam buku Pekerdja di Djawa Tempoe Doeloe

Ke empat, buku ini menjadi sumber analisis bacaan sejarah yang menyenangkan. Dengan adanya gambar, kartu pos-kartu pos yang atraktif dan eksotik, sedikit banyak memberikan atau menggugah minat untuk lebih menikmati dalam mempelajari sejarah bangsa.

Kartu pos-kartu pos, atau obyek bergambar dalam buku Mr Olivier ini menjadi daya tarik yang luar biasa. Membukakan rahasia-rahasia yang tentu sulit bisa kita ketahui tanpa adanya detail deskripsi. Latar belakang tindakan, aktivitas dan sebagainya yang diceritakan dalam gambar tidak sedikit yang membuat saya bertanya-tanya, bagaimana bisa sebuah gambar bisa bercerita bahkan tentang bunyi yang dihasilkan, respon masyarakat saat ada pertunjukan dan sebagainya, bagi saya, tentulah ini menunjukkan studi dan penelitian yang tidak sederhana.

Nama-nama fotografer dan penerbit kartu pos-kartu pos yang teridentifikasi juga bukan kerja yang mudah. Ini pun menjadi daya tarik yang unik. Meskipun, secara personal saya berpikir pastilah masih banyak fotografer dan penerbit yang mencetak kartu pos-kartu pos ini, namun pembatasan dalam rangka memberikan gambaran latar belakang yang jelas untuk memberikan dukungan pada sebab lahirnya kartu pos, bisa dianggap cukup elegan.

sok ngobrol seriuuus dengan Mr. Olivier (doc. panitia)

sok ngobrol seriuuus dengan Mr. Olivier (doc. panitia)

Satu hal yang perlu dicermati dan diwaspadai dari buku ini adalah, adanya gambar yang berkesan agak vulgar. Bagi penulis Belanda ini, mungkin hal tersebut bermakna biasa dan eksotik, namun tidak dalam khasanah batasan norma bagi penduduk Jawa. Akhirnya, buku ini rekomended bagi pembaca dewasa yang bijak.

Terima kasih, kepada @blusukanPASAK (komunitas muda Pelestari Sejarah dan Budaya Khadiri) atas undangannya. ^^

selepas acara bedah buku: kawan-kawan @blusukanPASAK

selepas acara bedah buku: kawan-kawan @blusukanPASAK

 

 

——————————————-eon.

shelter722092013

[curcol] mengenang Banyuwangi

bismillahirrahmanirrahimm…

Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, Nabi Saw bersabda: "Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat akan diberikan cahaya baginya di antara dua Juamat." (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahishkan oleh Syaikh Al Albani)

Dari Abu Sa’id Al Khudri ra, Nabi Saw bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat akan diberikan cahaya baginya di antara dua Juamat.” (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahishkan oleh Syaikh Al Albani)

Sebelum mengetahui hadist sahih tentang sunnah Rasulullah yang layak dikerjakan di malam Jumat (mulai hari Kamis ba’da Ashar sampai hari Jumat habis), yaitu membaca surat Al Kahfi, aku pernah menangis kali pertama ketika menyadari, surat yang kubaca lepas magrib waktu awal-awal sampai di kotaku yang baru ini, adalah surat Al Kahfi. Tepat di tengah surat, ada selipan selembar kertas, yang ketika di Banyuwangi kubiasakan menyelipkannya di antara halaman-halaman Qur’an. Menulisi kertas itu dengan ayat terakhir yang kubaca bersama teman-teman ibu-ibu masjid Ahmad Dahlan.

LAST (READ)! 27/5/2012 QS. Al Kahfi : 44

290920131769

Awalnya tidak begitu paham, namun setelah kubolak-balik selembar kertas notes itu, tiba-tiba hatiku disergap perasaan rindu. bu Yeni yang selalu duduk di sebelah kananku, karena selalu datang paling awal, bu Yuka yang selalu di sebelah kiriku, bu Endah, bu Narti, bu Susi, bu Darul, mbak Enfi, bu Tyas, bu Hasnah, bu Yuyun, dan yang lain yang kadang bisa hadir kadang tidak. Iya, aku rindu duduk di antara mereka di dalam masjid dengan bangku-bangku kayu, tawa yang renyah, obrolan-obrolan yang selalu positif membuatku merasa kuat. yang terakhir bergabung, bu Tatik yang akhirnya pindah mengikuti suaminya juga, ibu lucu yang selalu membuatku grogi ketika tiba giliranku tilawah. beliau pasti duduk mendempet di dekatku, katanya ingin bisa membaca sepertiku, padahal, bagiku, bacaan tilawahnya sangat eksotik. kekentalan cengkok Osing-nya membuatku menganga dalam paduan bacaannya.

Jauh setelah kurenungkan sekali lagi, sergapan rasa rindu itu kupikir juga sebab adanya Ustadz Abdallah yang santun, yang lemah lembut, yang ringan tegurannya tapi sangat menampar, ustadz yang membimbingku dan ibu-ibu waktu itu.

Sampai hari ini, sejak mengetahui hadist tentang pembacaan surat Al Kahfi di malam jumat, aku tetap menyelipkan selembar kertas notes itu tepat di surat Al Kahfi, dengan harapan, bacaanku kelak bisa memulyakan Ustadz Abdallah dan kawan-kawanku kala itu. Mengenangnya dalam doa-doa yang khusyuk.

Sekarang, ketika malam Jumat tiba dan Al Kahfi menjadi bacaanku, rinduku semakin sarat, sedalam hati kehilangan Ustadz kami, ayah dan kakek kami tercinta bapak Abdallah memang telah berpulang.

Allahummagh firlahuu, warhamhu, wa’aafiihi wa’fuanhu.

Yaa Allah, ampunilah segala dosa beliau, kasihanilah dia, dan hapuskanlah kesalahan-kesalahannya. aamiin.

Sesampainya di kota ini, kenangan dan taman surga yang kudapati di banyuwangi kala itu, tak rela kubiarkan hilang, dan Allahurobbul’alamin selangkah demi selangkah membimbing kakiku mempertemukan satu per satu taman-taman surga di kota ini.

Kedatanganku di kota ini membawa keinginan, bertemu ustadz yang mampu mentransfer ilmu seperti beliau. pelajaran tajwid, kisah-kisah teladan sahabat nabi, menulis arab, memperbaiki muamallah melalui fiqih, hadist-hadist, paket paling komplit. namun, bertemu orang yang sama tentulah bukan sesuatu yang mudah.

Setahun sudah perjalananku di kota ini, yang jika setiap malam hari Senin aku mengenangkan masa di Banyuwangi, selalu menjadi waktu kritis mengerjakan tugas menulis bahasa arab. Sambil sesekali berkirim sms ke bu Yeni atau bu Yuka yang isinya, betapa aku rindu mengerjakan tugas menulis arab di malam hari senin. Setahun ini pula, akhirnya aku dipertemukan dengan ustadz yang memberikan pelajaran menulis arab. Alhamdulillah, malam Senin ini, sambil mengenang malam senin banyuwangi, aku menulis kembali huruf-huruf Qur’an.

tehnik berbeda, tapi tetep juga untuk memperbaiki tulisan hijaiyahku hehe

tehnik berbeda, tapi tetep juga untuk memperbaiki tulisan hijaiyahku hehe

290920131768

tehnik menulis di Banyuwangi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Meski tidak bisa bertemu dengan ustadz yang sepaket seperti almarhum ustadz Abdallah, aku tetap bersyukur, menjadi lebih banyak majelis, taman-taman surga yang bisa kuhadiri, dengan kajian khususnya masing-masing. lelah harus ke sana ke mari itu tiada apa-apanya, aku yakin, malaikat-malaikat Allah membentangkan sayap-sayapnya bagi mereka yang berjalan menuju majelis-majelis ilmu. 🙂

Semoga rahmat Allah untuk teman-teman di Banyuwangi yang masih gigih menegakkan risalah, semoga Allah menghadiahkan sebesar-besar ampunan dan menjadikan kita semakin tawadu’. aamiin.

 

 

 

 

 

 

 

—————————eon.

shelter721030929

saya bertanya tentang baksos di bulan ramadhan.

Posted on
sumber gambar: walpapapersus.com

sumber gambar: walpapapersus.com

masuk di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan, saya semakin bersemangat untuk mengerjakan ibadah di rumah saja (tidak jauh dari rumah jika memang urgent). sejauh ini, alhamdulillah tidak sekali pun saya memenuhi undangan berbuka puasa di luar, persis yang seperti yang saya komitmenkan sejak memasuki ramadhan. semua kegiatan yang tidak berhubungan dengan mendekatkan diri kepada Allah dan rutinitas formal dengan ibu-ibu di instasi juga terang-terangan saya liburkan. dengan harapan, setiap ibu akan bisa lebih fokus pada men-shalihkan sekitarnya.

sekali setahun, ramadhan menjadi pitstop. titik balik bagi kita untuk berbenah nafsu, berbenah sistem tubuh, berbenah benak dan berbenah komitmen kita untuk memenuhi janji kepada Allah ‘Azza wajalla ketika ruh belum ditiupkan ke dalam tubuh, janji ketika ruh kita masih dalam kefitrahan yang mulia. yaitu, bertauhid, melakukan semua semata-mata sebab Allah Ta’ala.

saya berusaha, demikian kawan-kawan, pasti juga berusaha.

berikut percakapan saya tentang kegiatan yang rencananya (yang menurut saya) akan mengusik waktu-waktu bermesra-mesra dengan Allah Ta’ala di sepuluh hari terakhir ramadhan.

sumber gambar: internet

sumber gambar: internet

Dini Kaeka Sari

tanya boleh, ya, kak Arie Png Adadua? sedang galau beberapa hari ini..
di sebuah instansi saya berada di bawah koordinasi ketua, minggu depan beliau mengadakan acara dadakan untuk melakukan baksos ramadhan dengan membagi-bagikan amplop secara langsung di pinggir-pinggir jalan (yang bagi saya ini akan banyak menyia-nyiakan waktu ramadhan), tidak terkoordinir secara optimal dan tidak ada muatan syiar yang padat dan efektif.
selain itu saya berkeyakinan, lebih utama bagi muslimah untuk lebih banyak di rumah atau tempat-tempat tertutup yg syar’i lainnya.
pertanyaanya, lebih utama mana siy, bagi muslimah untuk mengadakan baksos langsung di jalan atau menyalurkannya lewat kelompok/yayasan/pondok pesantren/dsj?
mohon saran..jazakumullah khoiron katsir.

Like · · Unfollow Post · Share · July 26 at 2:46am

Seen by 14

Arie Png Adadua

Langsung ya Dini :
1. Dalil pokok : QS Al Bayyinah : 5, bahwa ibadah itu harus dipangkali dengan “ikhlash” dan “hanif” (yaitu mengikuti aturan Islam sebagaimana yang dituntunkan Kitabullah dan Sunnah Rasul saw).
2. Muslimah itu apapun alasannya adalah lebih baik di rumah, kalaupun harus keluar rumah harus ada izin suami atau setidaknya suami mengetahui, kecuali shalat jamaah di masjid, itu hak istri untuk beribadah (vertical kepada Allah).
3. Amplop yang dibagikan itu :
a. Kalau uang instansi maka tidak akan bermanfaat di sisi Allah, sebab yang mengeluarkan harus uang pribadi agar bernilai ibadah;
b. Kalau uang pribadi maka niat mengeluarkannya berupa ibadah apa :
– Kalau zakat : maka harus melalui amil zakat (yang akan membaginya kepada 8 ashnaf,.
– Kalau infak : maka harus ke lembaga/yayasan/masjid yang sifatnya untuk syiar Islam
– Kalau sedekah : maka harus mendahulukan faqir miskin dari kalangan keluarga dahulu, kalau telah selesai keluarga baru boleh pada faqir miskin sekitar (tetangga) kemudian ke masyarakat yang lebih luas
– Kalau Ukhuwah : pemberian sebagai tanda ukhuwah Islamiah (bersifat antarpribadi Muslim, bukan massal).
– Kalau ta’awun : maka berupa pinjaman kepada saudara Muslim yang akan dikembalikan.

Jadi, kalau melihat keterangan di atas maka :
1. Kalau uang instansi, maka tinggalkanlah itu. Sia-sia bagi Dini di mata Allah.
2. Kalau uang pribadi maka masuk kriteria mana bentuk pengeluaran itu. Arie yakin akan tidak tepat dari rel/aturan yang tersebut di atas. Sebab akan menjurus sedekah, namun kalau tidak didahului dengan faqir miskin keluarga maka tidak memenuhi syarat “hanif”. Akan jatuh sia-sia amplop yang dibagikan itu. Maksudnya tidak ada penilaian ibadah di sisi Allah.
3. Kesimpulan : Masih ada waktu sepekan untuk menanyakan maksud dan tujuan program ini dengan sebenarnya. Dengan begitu Dini dapat mengambil sikap, akan ikut serta atau memberi alas an secara hormat dan santun kepada ketua coordinator untuk lebih khusyuk/konsentrasi ibadah shiyam di rumah dengan keluarga.
Mungkin begitu dahulu…
Sembari mendengar kabar dari ketua coordinator.
Kita saur dulu…

July 26 at 3:13am · Unlike · 4

Dini Kaeka Sari

Baiklah, terima kasih, pencerahannya.
Mari saur..

July 26 at 3:41am via mobile · Like · 2

Netha Dienny

Maz tanya DaliLnya Maz………..

Saturday at 10:59pm · Like · 1

Sofia Aja

Arie ,,, bkn nya lebih tepat klo tanya jawab seperti ini di bawa ke Forum tanya jawab TMI2 aja bkn disini ASM ,, :)) sekedar usul ,,,, !!

Sunday at 1:11pm · Unlike · 1

Dini Kaeka Sari

Saya yg bertanya, mb Sofia. Mohon maaf jika terganggu. Saya lupa ada grup TMI. Anggap saja sekedar lewat, ya. Silahkan melanjutkan yg memang diurgensikan grup ini.
Selamat ramadhan

Sunday at 1:39pm via mobile · Like · 1

Sofia Aja

Dini ,,, bener nya g terganggu cuman di arah kan ke Forum yg lebih tepat aja Mbak ,,lam kenal salam sejahtera ,, n selamat Ramadhan juga ,, :))

Sunday at 1:42pm · Unlike · 1

Arie Png Adadua

Saudara Netha yang berbahagia…
Insya Allah dalil-dalilnya sbb :
1. Zakat
Ayat-ayat Qur-an banyak sekali merangkaikan antara perintah pendirian shalat dan penunaian zakat (aqimus shalah wa atuz zakah), a.l. QS 2 : 110.
Maksudnya di samping perintah shalat untuk pembenahan diri juga zakat untuk pembersihan harta.
Sedangkan khusus pelaksanaannya diatur di dalam QS 9 : 60, yaitu melalui badan amil zakatlah zakat kita akan tersalur kepada 8 ashnaf
2. Infak a.l. berdasarkan QS 2 : 261 dan HR Bukhari
: “Wahai anak Adam berinfaqlah, maka Aku akan memberi infaq kepadamu.”.
3. Sedekah, harus mendahulukan kaum kerabat (dzawil qurba), a.l. QS 2 : 177; QS 24 : 22
4. Ukhuwah : QS 49 : 10 dan 42 23, bahwa Muslim itu bersaudara : dan berkasih sayang dalam kekeluargaan (mawaddata fii alqurbaa)
5. Ta’awun adalah berdasar dalil a.l. QS 5 : 2 yaitu tolong-menolong dalam kebajikan dan dalam taqwa (wata’aawanuu ‘alaa albirri waalttaqwaa).
Saya rasa cukup segitu dulu…
Semoga bermanfaat.

Yesterday at 1:55am · Like

tersesatwalaupundengangps1

 

Sementara itu, saya juga menerima inbox tentang hal yang berhubungan dengan pertanyaan saya di atas.

Bambang Irawan

Sekedar urun rembug tentang bagi-bagi sedekah dipinggir jalan. Kalau instansinya itu milik swasta berarti yang bersedekah adalah yang punya instansi/perusahaan tersebut, karyawan membantu. Seringkai kegiatan seperti itu dilakukan untuk dakwah dan pendidikan. Contoh pendidikan agama yang lain adalah: hewan korban itu sebetulnya satu orang setara dengan satu ekor kambing/domba, tetapi di SD biasanya dianjurkan beberapa siswa berpatungan membeli seekor kambing korban. Secara syari tentu tidak tepat disebut korban, sebab anak SD juga belum mampu, tetapi itu adalah usaha mendidik. Dalam hal karyawan membantu memberikan sedekah milik perusahaan menurut saya sangat baik untuk pendidikan dan mengingatkan. Tidak semua karyawan sadar agama dan tidak semua yang sadar agama mampu bersedekah. Kegiatan ter menurut saa baik saja untuk pendidikan dan menimbulkan kebiasaan karyawan untuk bersedekah. Mungkin bagi yang sudah terbiasa menjadi tampak kurang bermanfaat, tetapi harap diingat tidak semua kawan kita memiliki kesadaran beragama yang sama.

ghg

Bagi saya pribadi, kedua jawaban tersebut tentu sama baiknya. Dan tidak perlu kita perselisihkan. Sebab bagaimana kita beribadah adalah berdasarkan keyakinan dan niat kita, yang dikembalikan kepada Allah SWT.

Besar harapan saya, copy paste percakapan  saya ini menjadi wacana bagi kawan-kawan untuk semakin bersemangat berbagi keshalihan.

Selamat meryakan ramadhan! ^_^

 

 

 

 

 

——————————————eon

kabkdr.shelter7.080730072013

 

 

 

 

Sekilas tentang narasumber (yang saya ketahui):

  1. Arie Png Adadua : adalah salah satu penulis sastra senior sekaligus moderator grup Asal Suka Menulis dan grupTanya Jawab Mengenai Islam di Facebook.
  2. Bapak Bambang Irawan, adalah dosen senior jurusan Biologi, fakultas Sains dan Teknologi Unair, sekaligus penulis buku-buku genetika.

*sumber gambar, semuanya adalah hasil browsing internet.

KEISTIMEWAAN SHOLAT TARAWIH DI BULAN RAMADHAN

Posted on

sumber gambar: internet

sumber gambar: internet

 

Tahun lalu, ketika tiba di kota yang saya tinggali sekarang, saya beserta suami tentu saja sibuk membuka jalur akses ke rumah sewa kami yang baru. Mulai dari memasang tv kabel, layanan internet, jasa kurir dan pos, dan lain sebagainya.

Suatu ketika saya sekeluarga mengunjungi sebuah kantor layanan jasa, sambil menunggu di lobi untuk mengatri di panggil ke meja customer service, seperti biasa saya yang kadang suka susah duduk diam, mengacak-acak isi lobi. Dari koran-koran yang digantung di sudut, brosur-brosur layanan jasa, mengobrol dengan petugas satpam dan menelusuri mejanya. Hihihi… iya, saya ingat saya sangat aktif tak bisa diam.

Saya juga ingat, waktu itu menjelang bulan Ramadhan. Satu yang menarik saya dari meja pak satpam ini, ada booklet mini berwarna merah. Tinggal 2 (buah) saja, sepertinya memang dicetak terbatas. Setelah menanyakannya bolehkah saya ambil untuk dibawa pulang, ternyata petugas itu mengijinkan. Saya senang sekali. Sangat senang bahkan, sebab booklet itu berisi tentang keistimewaan sholat tarawih.

fgc

sumber gambar: internet

Nah! Mumpung ini juga Ramadhan, pasti pengetahuan ini akan berguna bagi kawan-kawan, sekaligus menambah semangat kita untuk melakukan sholat tarawih selama Ramadhan. Tanpa putus sampai malam terakhir.

Berikut Keistimewaan Sholat Tarawih yang diambil dari riwayat Ali bin Abi Tholib Radliyallahu’anhu:

Hari 1    : Seorang mukmin akan dikeluarkan dari dosanya seperti ia dilahirkan dari perut ibunya.

Hari 2    : Diampunkan baginya dan bagi kedua ibu bapaknya jika keduanya itu beriman.

Hari 3    : Berserulah seorang malaikat dari bawah; Arasy: mulailah olehmu dengan beramal, Allah SWT telah mengampunkan apa-apa yang terdahulu daripada dosa-dosamu

Hari 4    : Baginya pahala seperti membaca Taurat, Injil dan Furqaan

Yaitu kitab-kitab Tauhid yang murni, yang diturunkan sebelum Al Quran, bukan yang telah ditambahi dan atau dikurangi isinya seperti di jaman ini.

Hari 5    : Allah berikan kepadanya seperti pahala orang yang sholat di Masjidil Haram, Masjid Madinah, dan Masjidil Aqsha.

Yaitu masjid-masjid yang menyertai perjalanan sejarah Islam bersama Rasulullah. Masjid Madinah adalah masjid tertua di dunia, majidil Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam, yang kemudian oleh Rasulullah dipindahkan ke masjidil Haram pada bulan ke-17 Hijriyah.

Hari 6    : Allah berikan kepadanya pahala orang yang thawaf pada Albaitul Ma’mur dan memohonkan ampunan baginya oleh segala batu dan lumpur.

Waaah.. jelas ini untung besaaaaarr…! hehe apalagi yang belum pernah pergi berhaji dan melakukan thawaf seperti saya.

Hari 7    : Maka seolah-olah dia mengalami zaman Nabi Musa as dan menolongnya dalam melawan Fir’aun dan Haamaan.

Subhanallah….bayangkan kita di jaman itu, berjihad, ada ribuan pahala, rahmat dan keberkahan luar biasa pasti yang disediakan Allah untuk kita.

sumber gambar: internet

sumber gambar: internet

Hari 8    : Allah berikan kepadanya akan apa-apa yang diberikan kepada Nabiyallah Ibrahim As.

Nabi Ibrahim As adalah ayah bagi seluruh umat, Nabi yang Hanif (lurus) dan begitu tunduknya kepada Allah Ta’ala. Ujian Allah yang begitu berat jika saja kita berada di posisi beliau, beliau kerjakan dengan ikhlas. Sebab beliau yakin bahwa kebesaran, kekayaan, dan kuasa Allah lah satu-satunya yang patut diimani.

Hari 9    : Maka seolah-olah ia menyembah Allah SWT seperti ibadahnya Nabi Muhammad SAW.

Subhanallah…subhanallah….

Hari 10  : Allah berikan rizki kepadanya akan kebaikan dunia dan akhirat.

Hari 11  : Keluar ia dari dunia seperti hari lahir ia dilahirkan oleh ibunya.

Maksudnya adalah, mati, meninggal dalam keadaan suci. Subhanallah, saya membayangkan surga memangil-manggil orang-orang yang mati dalam keadaan suci.

Hari 12  : Datang ia pada hari kiamat pada wajah laksana bulan di malam empat belas.

Tengah bulan adalah tanggal 13, 14 dan 15 (hitungan bulan Hijriyah). Sehingga ada puasa sunnah tengah bulan di setiap tanggal itu. Puncak sinar bulan yang paling indah. Siapakah yang tidak ingin menghadap Robb nya setelah hari kita dibangkitkan kembali, menghadap dengan wajah yang bersinar-sinar terang namun penuh kelembutan?

Hari 13  : Datang ia di hari kiamat dengan keadaan aman daripada tiap kejahatan.

Hari 14  : Datanglah para malaikat menyaksikan bahwa dia telah melakukan sholat tarawih.

Indahnyaaaa…malaikat yang datang menjadi saksi kita mengerjakan tarawih tentu tidak hanya diam, mereka pasti akan mendoakan kita, berapa banyak malaikat yang turun? Berapa banyak doa mereka akan terlantun? Dan malaikat akan menjadi saksi yang meringankan kita kelak di hari pembalasan.

Hari 15  : Para malaikat dan para pemikul-pemikul ‘Arasy dan kursi memintakan ampun untuknya.

‘Arasy tempat Allah bersemayam, kursinya dipikul oleh ribuan malaikat, jika satu malaikat saja bentangan sayapnya sepanjangn ufuk timur dan barat, sungguh kerajaan Allah lah yang paling besar. Tidak hanya malaikat pemikul ‘Arasy, kursiNya pun memintakan ampun untuk kita.

Hari 16  : Dituliskan Allah baginya kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan untuk masuk ke dalam surga.

Subhanallah ya? Ini luar biasa menakjubkan! Siapa yang tidak bangga menjadi seorang muslim dan mukmin?

Hari 17  : Diberikan kepadanya seperti pahala Nab-Nabi.

Hari 18  : Berserulah seorang malaikat: wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah ridho kepadamu dan kedua ibu bapakmu.

Hari 19  : Diangkatkan oleh Allah derajatnya pada surga Firdaus.

Hari 20  : Diberikan kepadanya pahala orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang shaleh.

Hari 21  : Allah buatkan kepadanya sebuah rumah daripada nur di dalam surga.

Hari 22  : Datang ia pada hari kiamat dalam keadaan aman dalam duka cita.

Hari 23  : Allah buatkan kepadanya sebuah kota di dalam surga.

Hari 24  : Ada baginya 24 macam doa yang mustajab.

Hari 25  : Allah angkatkan daripada adzab kubur.

Hari 26  : Allah SWT angkatkan baginya pahala 24 tahun.

Hari  27 : Ia akan dimudahkan melalui jembatan Shirotal Mustaqim secepat kilat menyambar.

Hari  28 : Allah angkatka baginya seribu derajat di dalam surga.

Hari  29 :  Allah berikan pahala seribu haji yang diterima.

Di setiap malam, terdapat keistimewaan sholat tarawih yang berbeda-beda, dan begitu menakjubkan buat saya, sehingga setiap saya menuliskan satu keistimewaan, saya bertasbih berkaca-kaca, dan hampir hendak menuliskannya di setiap akhir kalimat. Namun saya tahan agar kawan-kawan pembaca merasakan ketakjuban sendiri di dalam dada.

index

sumber gambar: internet

                Atas keterbatasan pengetahuan saya, saya mohon maaf, semoga artikel ini mampu menggugah semangat kawan-kawan pembaca untuk istiqomah. Allah benar-benar sedang mengobral hadiah, tak kalah dengan big sale yang di gelar mall-mall di seluruh dunia, saya yakin, bahkan big sale itu tak ada apa-apanya jika dibandingkan big sale yang ditawarkan Allah.

Iya, saya katakan “BIG SALE” juga, sebab pasti imbalan yang diberikan Allah itu tidak Cuma-Cuma, bukan sekedar tarawih kita yang harus benar, puasa sehari kita pun pasti menentukan nilainya.

Allahu’alam Bishowab, Allah akan selalu mendengar doa-doa kita, melihat usaha-usaha kita dari yang paling kecil sekali pun.

Salam bahagia di Ramadhan mulia. ^_^

 

 

 

 

——————————–eon.

Kabkdr.shelter7.10072013

[note of my self] Resolusiku di Ramadhan 1434 H

Posted on
sumber gambar: internet

sumber gambar: internet

membuat lomba merumuskan resolusi Ramadhan 1434 H ini bukan berarti saya sekedar membuat lombanya, tapi sekaligus meresolusi diri saya sendiri. bahkan lomba ini pun adalah salah satu program resolusi saya. membuat sebuah media berbagi semangat beribadah yang entertaining.

saya yakin imbalan yang saya tawarkan tidak seberapa harganya. harapan saya lebih besar dari pada itu, yaitu, kawan-kawan yang lebih tersemangati dalam MERAYAKAN RAMADHAN! 🙂

nah! supaya adil dengan para peserta lomba yang telah mempublikasikan resolusi ramadhannya, saya publikasi juga milik saya, konon kabarnya, orang-orang sukses mengatakan,

“sebuah mimpi atau bahkan mimpi-mimpimu akan cepat tercapai jika kamu menceritakannya kepada orang lain. sebab secara tidak langsung kamu menyemangati dirimu sendiri untuk meraihnya lebih keras.”

dan saya setuju! sangat setuju dengan pernyataan itu. jadi, mari sukses bersama-sama! menyenangkan bukan?! 🙂

berikut beberapa Resolusi Ramadhan 1434 H milik saya;

1. Menjaga emosi, banyak-banyak mengucap Lahaulawalakuwwata illabillah

2. Menjadi tawadu’ dan ihsan dengan lebih banyak menundukkan mata, telinga dan hati dari yang tidak perlu

3. Menambah kuantitas dan kualita mengucapkan hamdallah disetiap waktu atas semua kejadian-kejadian, yang menyakitkan atau yang menyusahkan. Tidak sekerdar pada kejadian yang menyenangkan/membahagiakan

4. Mengajar mengaji lebih sabar dan menyediakan banyak waktu untuk membacakan tafsirnya, untuk Karin

5. Konsisten pada azzam semakin banyak menggunakan waktu untuk tilawah, tidak hanya selepas sholat (fardhu & sunnah) namun juga di banyak waktu

6. Mengajak sahur dan mengajarkan berpuasa yang benar untuk Karin dengan istiqomah dan kelembutan, ini tahun pertamnya puasa. dan sampai detik ini tidak ada sedikitpun imbalan materi yang  saya tawarkan demi mengajaknya berpuasa.

7. Tidak berbuka puasa di luar (jajan), mencukupkan diri dengan apa yang ada di rumah.

8. Tidak memasak berlebihan, memasak biasa saja seperti sebelum kedatangan ramadhan

9. Mengajak ibu-ibu majelis pengajian Rabu untuk berkumpul lebih awal dan mengisinya dengan tadarus bersama sebelum penceramah datang.

10. Mengajak ibu-ibu di sekitar rumah untuk belajar tilawah, tadarus bersama, dan atau belajar membaca iqro & quran, di rumah. mengingat ini tempat tinggal baru saya yang kesekian, tantangan baru tentu lebih menyenangkan. semangat! 🙂

11. Menambah semangat menghadiri majelis kajian ilmu

12. Tetap berlatih/berolah raga.

13. Lebih banyak membaca kitab-kitab hadist, tafsir  al misbah dan terjemah, serta kitab-kitab fiqih

14. Mengajak lebih banyak orang untuk bersemangat beribadah, melalui blog, status socmed, buletin, dan sms

15. Mengajak ibu-ibu majelis pengajian untuk mengambil 1 atau 2 anak asuh, menyesuaikan dengan kondisi kas dan atau mengajak untuk merencakannya secara pribadi

16. Tidak menghadiri undangan berbuka puasa jika tidak ada tausiyah, kajian keilmuan dan lokasinya jauh dari tempat sholat, dan atau tempat sholat yg tidak nyaman

17. Tidak membeli kebutuhan yang berorentasi pada pemantasan di hari idul fitri

18. Lebih banyak bershodaqoh secara diam-diam

19. Khatam al quran 2x dalam 1 bulan, semoga bisa 3x siy. aamiin.

20. Berbagi sms/pesan apa saja dengan orang tua dan mertua yang berisi doa-doa

21. Mendorong Karin untk menyelesaikan target-target ramadhannya.

22. Melanjutkan untuk mewajibkan diri mengerjakan sholat dhuha dan semakin memperbanyak jumlah rokaatnya.

23. Melanjutkan mewajibkan diri untuk mengerjakan sholat tahajud/tarawih 11 rakaat, dengan witir meskipun sudah di luar ramadhan

24. Konsisten membaca al ma’surat pagi dan sore dan atau menggantinya dengan doa perlindungan

25. Menghafal ayat-ayat ru’yah

26. Memaksa diri untuk menyediakan waktu melakukan ru’yah mandiri, menutup celah bagi jin, iblis dan setan untuk masuk kembali ke dalam diri

27. Konsisten meru’yah rumah

28. Menguatkan diri untuk kontinyu meru’yah air minum di rumah agar memberikan kesembuhan dan menjauhkan seluruh keluarga dari ganguan jin

29. Berazzam (berniat) akan melakuakn semua target-target di atas tidak hanya selama ramadhan, tapi sepanjang waktu selama Allah masih memberiku kehidupan.

30. Tetap berpikir aktif agar hidayah Allah yang berupa inspirasi akan menstimulir diri untuk mengerjakan inovasi dan target-target baru sepanjang hidup. Insyallah. Aamiin.

31. Mengurangi terlalu banyak bercanda, waktu-waktu yang mubadzir dan sejenisnya.

sumber gambar: walpapersus.com

sumber gambar: walpapersus.com

Sedikit yang saya rumuskan untuk saya kerjakan di bulan ramadhan ini, beberapa di antaranya sudah mulai saya biasakan sejak sebelum kedatangan Ramadhan. beberapa lagi tidak saya tuliskan karena telah menjadi kebiasaan dan atau program-program yang memang saya kerjakan di luar Ramadhan.

Mohon doa kawan-kawan agar Allah memberikan saya kemampuan mengerjakannya dengan baik dan istiqomah.

Semoga apa-apa yang juga telah diresolusikan kawan-kawan, baik yang telah berani mengikuti lomba atau yang malu-malu dengan meresolusi diam-diam, diridhoi Allah menemukan kemenangan.

SELAMAT MERAYAKAN RAMADHAN 1434 H! 🙂

 

 

 

———————–eon

kabkdr.shelter7.074311072013

%d bloggers like this: