RSS Feed

Tentang @dkaekas

Namaku Dini Kaeka Sari Sugito, waktu TK (Taman Kanak-Kanak) dua orang guruku protes kepada ibu, mengapa murid kesayangannya ini memiliki nama laki-laki di belakang. Hingga lalu tanpa konfirmasi, kedua guruku itu mengubah namaku menjadi DINI KAEKA SARI SUGITA. hihihi..

Lucu ketika mengingat kejadian ini. Sudah puluhan tahun berlalu, aku masih mengingatnya dan masih juga merasa geli.

Jaman SMP dan SMA lain lagi, nama KAEKA di tengah namaku itu selalu saja menjadi bahan bagi kawan-kawanku untuk membully-ku. Hahaha

What a life!

Tapi aku menikmatinya. Dan sempat bertanya kepada ayahku, sebenarnya apa arti nama tengahku itu.

Cerita ayah kemudian memberikan pemahaman bahwa kata KAEKA berasal dari bahasa sansekerta yang berarti WIWITAN (bukan WIT-WITAN). Kata Wiwitan bermakna sulung, permulaan, pembukaan, awalan, dst. Sebab memang aku dilahirkan sebagai anak pertama. Sedang Wit-witan bermakna pohon-pohonan (red. banyak pohon). Singkat cerita, namaku adalah pembuka cerita bagi ayah-ibuku yang lantas cerita tentang keduanya digenapkan dengan kedua nama adikku yang lahir kemudian yaitu Margahayu Dwi Indah Mitranti dan Tripamangsah Sutawu Ragil.

Saat berada dibangku kuliah, nama tengahku ini kembali menjadi bahan pem-bully-an, hahaha. Dari mulai adik kelas, teman seangkatan, kakak kelas dan dosen-dosen pembimbing.

“Kenapa KAEKA? Keturunan Madura, ya?”

Kita tahu bahasa yang dipopulerkan Mbok Bariyah di serial Unyil tahun 80-an itu suka mengulang bunyi suku kata terakhir sebuah kata. “Nak-Kanak,” misalnya. Nah! Menurut mereka kata Kaeka berasal dari kata Eka yang mendapat pengulangan, sebab jika kedua orang tuaku berasal dari,  Madura, begitulah akhirnya, Eka menjadi Ka-Eka, seperti halnya kata Nak-Kanak. hihihi *tepok jidadh*

Berbeda lagi dengan dosenku, salah satu yang kuingat, dosenku ini baru saja (beberapa tahun sebelumnya) telah menyelesaikan program S3-nya di Jepang, maka lantas pertanyaan beliau menjadi, “Kamu lahir di Jepang?”

Yaa Salam, mau ngakak tapi merasa kurang sopan, akhirnya memberanikan diri untuk bertanya, “Menurut, Bapak, kenapa demikian?”

“Sebab di Jepang sana, banyak sekali nama mirip Kaeka ini, Keiko, Keika, dsb. Jadi benar kamu lahir di Jepang?”

hihihihihi…

Tahun 2008 dan sesudahnya, saat mulai menggunakan sosmed bernama Facebook, tiba-tiba ada yang meminta berteman. Seorang perempuan yang memakai nama Kaeka juga, Verna Tjeriko Kaeka, namanya. Setelah kuterima pertemanannya, kami mengobrol dalam bahasa Inggris, karena dia bukan orang Indonesia. Dari obrolan kami, ternyata dia sengaja menulis di kolom search dengan keyword; Kaeka. Semua orang yang menggunakan nama ini dia tambahkan sebagai teman, dan hanya aku satu-satunya yang dia temukan ada jauh dari tanah lahirnya. Serius, usut-punya usut ternyata Kaeka ini adalah nama ayahnya, nama Marga di Namibia. Wooilaaa!!

Hiyaaaaaa….sudah kujelaskan bahwa itu (kata Kaeka) adalah bahasa Jawa, namun dia yakin sekali bahwa itu pasti suatu kebetulan. Ada nenek moyangnya yang merantau hingga lahirlah Kaeka di tanah Jawa. Wkwkwkwk.. *tutup muka pake tembok lapangan bola*

Sampai kini, aku menjadi anggota grup keluarga mereka di Facebook, closed group, berkumpul dengan orang-orang bermarga Kaeka dari belahan dunia mana saja, yang sering berkomunikasi dengan bahasa Namibia, bahasa tanah kelahiran mereka, dan sedikit mengobrol menggunakan bahasa Inggris. hihihihi.. and I enjoy! :p :p

Namaku tetap Dini Kaeka Sari Sugito, Sugito adalah nama ayahku, lelaki pertama dalam hidupku yang kucintai. Sekarang aku berada di shelter 7 (tempat perantauan bersama suamiku, sejak 2013), sebentar lagi akan hijrah ke shelter 9, hehe.

Kadang-kadang diundang untuk mendongeng, kadang juga diundang untuk memberikan pelatihan mendongeng. Kadang juga disebut penyair, kadang juga penulis, kadang menjadi fasilitator, kadang menjadi inisiator, kadang juga jadi tukang edit buku, jadi first reader atau jadi tukang foto, atau tukang ketik. Tergantung request! hihihi

Yang jelas, aku seorang ibu rumah tangga dan seorang istri. Saat ini sedang terjun mendalami cara pengobatan Thibbun Nabawi dan menjadi praktisinya. Berharap menjadi jalan dakwah hingga tutup usia. Mohon doa, semoga Allah kabulkan.

 

 

 

updated.25april2014.1135

Semoga keberkahan hari Jumat untuk saudara-saudariku seiman. Aamiin.

owner of  Haya’ Store

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: