RSS Feed

[review buku] Pekerdja di Djawa Tempo Doeloe — Olivier Johannes Raap

Posted on

Alhamdulillah, akhirnya, saya senang sekali mendapatkan kesempaan berkunjung ke Museum Airlangga yang satu lokasi dengan goa Selomangleng. Berkali-kali diundang kawan-kawan dari berbagai komunitas saya selalu saja mendapati halangan untuk datang, kebanyakan karena sakit, hehe, alhamdulillah sakit.😉

Hari itu, Sabtu, tanggal 22 September 2013, dengan kondisi kaki yang baru saja pulih dari trauma, Allah akhirnya mengijinkan saya berjumpa dengan kawan-kawan dari komunitas Pelestari Budaya dan Sejarah Khadiri, beberapa komunitas sejarah dan budaya dari kota lain, pengrawit dan sinden dari siswa-siswi SMPN 6, dan banyak pengunjung kawasan wisata Selomangleng dari berbagai latar belakang kepentingan dan komunitas.

Tugas saya pagi itu, menjadi narasumber pe-riview, halah, padahal pekerjaan mereview dengan serius sering sekali saya abaikan, hehe.. tapi kehormatan itu saya terima dengan senang hati, dengan niatan semoga Allah menambahkan wawasan dan membuka pintu-pintu segala macam informasi yang saya butuhkan kelak dalam proses kerja dan belajar saya berikutnya.

dan beginilah review saya: ………

cover

Pertama kali yang menjadikan saya takjub saat menerima buku ini adalah tampilannya. Cover yang eksklusif dan kertas isi yang glossy menimbulkan kesan mewah dan kesan ekspensif. Hehe.. namun saya yakin, setelah membuka isinya dan membaca dengan kecintaan, buku ini sepadan dan sangat rekomended dijadikan salah satu koleksi dalam rak buku kita di rumah.

Seperti biasa, kata pengantar adalah menjadi sorotan utama saya sebelum mengubek-ubek isi buku. Pengantar yang ditulis Seno Gumirah Ajidarma, penulis favorit saya tentu saja menyedot perhatian. Memaksa saya untuk tinggal di sana agak lama agar saya tidak tersesat ketika menikmati isi sebuah buku.

Ketakjuban berikutnya, ketika membuka halaman daftar isi. Wow! Saya bilang. Ternyata Mr. Olivier membuat pemetaan yang luar biasa di luar apa yang sedang saya pikirkan. Ini kejutan. Sejarah memang bisa dibaca dari kebudayaan, tradisi dan kebiasaan yang sedang berkembang. Berbeda dengan kesukaan saya pada pemandangan alam, yang lantas kemudian saya pikir, jika saja dibukukan, mungkin tidak akan menjadi sumber bacaan sejarah, galian detail tentang apa yang pernah terjadi pada nenek moyang kita jauh di tahun-tahun sebelumnya.

Buku ini yang sebenarnya sangat saya sayangkan sebab bukan saya yang menulisnya, atau kawan-kawan dari Jawa sendiri yang menulisnya membuat saya semakin ingin untuk membaca. Namun lantas, disinilah keeksotikan wacana yang diberikan buku ini. Sorotan yang berbeda akan muncul berbeda pula jika penulisnya berasal dari orang-orang Indonesia sendiri.

Di luar itu, saya berusaha menelaah, keuntungan dan manfaat yang bisa kita peroleh dengan hadirnya buku ini, yang pertama, menduniakan keberadaan bangsa indonesia. Ah itu kan sudah. Iya! Namun ekspos terhadap sesuatu yang secara terus menerus akan memberikan efek lebih dalam, pengenalan yang lebih pada bangsa Indonesia, khususnya Jawa.

Yang kedua, lewat penjelasan, cara Mr Olivier menyajikan gambar dan cerita yang menunjukkan bahwa memang deskripsi yang dihadirkan melalui studi panjang dan sangat serius, berdampak dengan lebih menasionalkan sejarah-sejarah yang pernah terjadi di jawa.

Yang ketiga, bagi orang-orang Jawa sendiri, buku ini sepeti bisa dijadikan acuan, bacaan, dan bahan tambahan wawasan untuk lebih mengenali indentitas dirinya sebagai bagian dari sejarah. Untuk kemudian menjadi telaah maju atau sebagi sumber cerita bahwa kecintaan kepada diri pasti akan berdampak pasa pemahaman terhadap apa yang harus dikerjakan di masa berikutnya.

alun-alun Kediri seabad yang lalu, dalam buku Pekerdja di Djawa Tempoe Doeloe

alun-alun Kediri seabad yang lalu, dalam buku Pekerdja di Djawa Tempoe Doeloe

Ke empat, buku ini menjadi sumber analisis bacaan sejarah yang menyenangkan. Dengan adanya gambar, kartu pos-kartu pos yang atraktif dan eksotik, sedikit banyak memberikan atau menggugah minat untuk lebih menikmati dalam mempelajari sejarah bangsa.

Kartu pos-kartu pos, atau obyek bergambar dalam buku Mr Olivier ini menjadi daya tarik yang luar biasa. Membukakan rahasia-rahasia yang tentu sulit bisa kita ketahui tanpa adanya detail deskripsi. Latar belakang tindakan, aktivitas dan sebagainya yang diceritakan dalam gambar tidak sedikit yang membuat saya bertanya-tanya, bagaimana bisa sebuah gambar bisa bercerita bahkan tentang bunyi yang dihasilkan, respon masyarakat saat ada pertunjukan dan sebagainya, bagi saya, tentulah ini menunjukkan studi dan penelitian yang tidak sederhana.

Nama-nama fotografer dan penerbit kartu pos-kartu pos yang teridentifikasi juga bukan kerja yang mudah. Ini pun menjadi daya tarik yang unik. Meskipun, secara personal saya berpikir pastilah masih banyak fotografer dan penerbit yang mencetak kartu pos-kartu pos ini, namun pembatasan dalam rangka memberikan gambaran latar belakang yang jelas untuk memberikan dukungan pada sebab lahirnya kartu pos, bisa dianggap cukup elegan.

sok ngobrol seriuuus dengan Mr. Olivier (doc. panitia)

sok ngobrol seriuuus dengan Mr. Olivier (doc. panitia)

Satu hal yang perlu dicermati dan diwaspadai dari buku ini adalah, adanya gambar yang berkesan agak vulgar. Bagi penulis Belanda ini, mungkin hal tersebut bermakna biasa dan eksotik, namun tidak dalam khasanah batasan norma bagi penduduk Jawa. Akhirnya, buku ini rekomended bagi pembaca dewasa yang bijak.

Terima kasih, kepada @blusukanPASAK (komunitas muda Pelestari Sejarah dan Budaya Khadiri) atas undangannya. ^^

selepas acara bedah buku: kawan-kawan @blusukanPASAK

selepas acara bedah buku: kawan-kawan @blusukanPASAK

 

 

——————————————-eon.

shelter722092013

About dkaekas

Hamba nan faqir yang mengharap sebaik-baik takdir; keridhoan Robbul'alamin

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: