RSS Feed

*** 9 LANGKAH MERAIH BULAN RAMADHAN ***

Posted on

Assalamu’alaikum warohmatullah..

Orang-orang mukmin (beriman) dimana pun saja berada, pasti menyambut kedatangan Ramadhan dengan semangat yang luar biasa, bahkan berharap, seandainya seluruh bulan dalam setahun semuanya adalah Ramadhan, dan penulis yakin, Allah Azza wajalla pun akan menyambut orang-orang mukmin ini dengan kasih dan rahmatNya yang luar biasa. Dan di antara semua manusia kebanyakan, orang-orang mukmin inilah yang di dunia pasti kita melihatnya bercahaya.

Bulan Ramadhan adalah waktu yang dihadiahkan kepada kita untuk proses penyucian jiwa (tazkiyahtun nafs), pemberian pendidikan kepada jiwa yang bertitik sasaran pada nafsu. Yang secara fitrah, nafsu ini telah meyertai kita saat penciptaan, yang jika dibiarkan akan menjadikan kita (manusia) menjadi liar. Maka sebenarnya jelaslah bagi mukmin yang berpikir, bahwa kerusakan-kerusakan di dunia ini disebakan oleh nafs/nafsu/ jiwa-jiwa yang tidak terdidik dan terkendali.

( 7-10 الشمس )

وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا . قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا . فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا . وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا

Terjemah:

Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya. Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaan. Sungguh beruntung orang yang menyucikan (jiwa itu). Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya. (QS Asy Syams: 7-10)

Nah! Jelaslah di sini, jiwa-jiwa akan berjalan di 2 (dua) jalan yang memang telah ada itu. Memilih yang manakah kita? Jalan kejahatan ataukah ketakwaan?

(79: الواقعة )

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

Terjemah:

Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan. ( QS Al Waqiah : 79)

Keberadaan nafsu yang bisa menyeret kita ke jalan kejahatan sebenarnya tidak perlu ditiadakan/dimatikan, sebab kita memang membutuhkanya untuk tetap semangat bergerak mengerjakan apa pun (dan semoga itu adalah kebaikan semua hehe). Namun keberadaan nafsu harus dididik agar bisa dikendalikan oleh ruh.

(183 :البقرة )

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 

 

Terjemah:

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS Al Baqarah: 183)

Terlihatlah sudah, bagaimana cara kita bisa mendidik dan mengendalikan nafsu adalah dengan berpuasa. Dengan berpuasa dan mengontrol nafsu maka capaiannya adalah derajat ketakwaan. Jalan ketakwaan, QS Asy Syam: 8.

Berpuasa tidak mudah, bukan? Tidak sekedar bagaimana merasakan lapar dan haus?

Demikianlah prosedur Allah SWT, menjalaninya dengan ikhlas tentunya akan mudah bagi Allah menambahkan derajat ketakwaan bagi kita, dan demikian juga sebaliknya. L

Berikut 9 Langkah Meraih Bulan Ramadhan, mengetahuinya adalah harapan penulis agar kita semua bias memanfaatkan secara optimal setiap detik waktu di bulan Ramadhan yang amat sangat begitu berharga. Tidak akan kembali fitrah kita, kesucian kita sebagai makhluk laik bayi yang baru saja dilahirkan di penghujung Ramadhan nanti tanpa kita memperjuangkannya sejak kaki kita memasuki gerbang Ramadhan yang gegap gempita.

1.       Menyambut Ramadhan dengan Gembira.

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Terjemah:

Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan. (QS Yunus : 58)

Panjang umur kita sampai di bulan Ramadhan adalah sebab karunia dan rahmat Allah, jadi mengapa kita tidak bergembira? Kedatangan Ramadhan yang mulia, penuh pahala dan ampunan?

Beberapa negara, bahkan beberapa pedagang bakso (makanan) yang sengaja memilih libur selama bulan Ramadhan. Mereka merasa cukup dengan apa yang telah mereka kumpulkan selama 11 (sebelas) bulan sebelumnya. Betapa mereka sangat berhati-hati memilih dan menetukan jalannya.

Bagi kita yang bekerja, dan tidak bisa libur samau-maunya, tentu melakukan hal itu sangat sulit? Maka meluruskan niat dan banyak-banyak mengingat Allah adalah baik, namun tentu saja dengan tetap berpuasa.

2.       Senantiasa Makan Sahur

 

Dari Anas Ibnu Malik Radliyallahu’anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makan sahur itu ada berkahnya.” (Muttafaq Alaihi)

Kemudian apakah yang dimaksud dengan sahur yang berkah? Bahwa dari makanan yang sedikit bahkan mungkin hanya segelas air, namun bisa menjadikan kuat berpuasa seharian, merasakan kenyang dan merasakan cukup. Bagi manusia, tentu itu sebuah keajaiban. J

3.       Menyegerakan Berbuka

 

Dari Sahal Ibnu Sa’ad Radliyallahu’anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang akan tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (Muttafaq Alaihi)

Menurut riwayat Tirmidzi dari hadist Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Hamba-hambaKu yang paling Aku cintai adalah mereka yang paling menyegerakan berbuka.”

4.       Berbuka dengan Kurma

 

Dari Sulaiman Ibnu Amir Al-Dloby bahwa Nabi SAW bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu berbuka, hendaknya ia berbuka dengan kurma, jika tidak mendapatkannya, hendaknya ia berbuka dengan air karena air itu suci.” ( Riwayat Imam Lima. Hadist shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Hakim)

Sunnah berbuka dengan kurma adalah dengan memakannya 1 (satu) atau 3 (tiga) butir. Bukan 2 (dua) atau bahkan semeja penuh makanan. Hehe..

Kita sering salah mengartikan bahwa berbuka adalah langsung dengan memakan apa saja yang terhidang di meja.

5.       Selesai Berbuka Berdoa.

 

Begitu terbatalkan puasa kita segeralah berdoa,

“Ada tiga golongan yang doanya tidak akan ditolak, yaitu: orang yang berpuasa sehingga berbuka, Imam yang adil dan orang yang didzalimi.” (HR. At-Tirmidzi)

Juga diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr Al-‘Ash, ia berkata; bahwa Nabi bersabda: “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, ketika berbuka, mempunyai kesempatan untuk berdoa yang tidak akan ditolak.”

Apabila berbuka puasa, Abdullah mengucapkan doa:

Allahumma innii asaluka birohmatikal latii wasi’at kulla syai in antagfirolii.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya dengan rahmatMu yang luas melebihi segala sesuatu, aku memohon kepadaMu agar memberikan ampunan kepadaku.” (Al-Adzkar Li An-Nawawi)

Riwayat lain mengatakan, Rasulullah selalu berdoa dengan kalimat:

Dzahabat dzamau wabtalatil uruku watsabatal ajru insyallah.

Artinya: Telah hilang rasa haus dan urat-urat (leher) telah basah serta pahala telah tetap, insyallah.

Bagi penulis, doa itu indah sekali. “..serta pahala telah tetap,..” alangkah berbahagianya kita yang berpuasa secara benar. Allah SWT telah menetapkan pahala tanpa kita minta, pahala yang pasti tidak bisa digemikan apapun. Subhanallah..

6.       Memperbanyak Sedekah

 

Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan lebih dermawan di bulan Ramadhan. Alasan apalagi yang bisa kita berikan untuk tidak berlomba-lomba bersedekah selama Ramadhan? Bukankah kita telah mengakui bahwa kita telah beriman kepada Allah dan Rasulnya?

*sudah mau nangis nih nulisnya* dan ucapan tasbih lebih baik dari pada memikirkan alasan-alasan penolakan lainnya.

Semoga kawan-kawan pembaca dilapangkan rizki oleh Allah SWT dan ikhlas karena Allah pula untuk mengeluarkan sedekah. Aamiin.

Ketika jibril menemuinya di malam bulan Ramadhan, mentadaruskan wahyu Allah, di malam-malam inilah Rasulullah melaksanakannya lebih cepat dari anin yang diturunkan. (HR. Bukhori)

Di bulan Ramadhan, kita juga dianjurkan untuk banyak-banyak membaca Al Quran, mentadarus, juga mempelajarinya lebih banyak. Sebab Al Quran juga banyak diwahyukan di malam-malam bulan Ramadhan.

7.       Menggalakkan Qiyamul Lail

 

“Barangsiapa sholat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ridho Allah, akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.” (HR. Malik)

Sholat malam di bulan Ramadhan dikenal dengan sebutan sholat tarawih, yang sebenarnya adalah memberikan kesempatan dan memudahkan bagi mereka yang tidak terbiasa bangun di malam hari (tiga perempat malam) untuk melakukan sholat (qiyamul lail). Qiyamul lail ini juga berfungsi untuk memberikan pendidikan kepada nafsu (jiwa) / tazkiyatun nafs, dan menguatkan ruh kita.

8.       Berusaha Mendapatkan Lailatu Qadar

 

Sepeti surga yang tidak bisa gratis kita dapatkan, sebagimana pendahulu-pendahulu kita sejak jaman Rasulullah begitu gigih berusaha melakukan kesalihan-kesalihan karena iman dan mengharap ridho Allah, maka demikian juga kita. Tidak ada perjuangan, upaya, apakah akan dengan serta merta kita bisa mendapatkan sebuah kemenangan?

Penulis pun sedang bersama-sama pembaca untuk berjuang mendapatkan kemenangan.

Dan begitu pula malam lailatul qodar, sejak kaki kita menginjakkan waktu memasuki Ramadhan, sejak itu pula kita mendaftar dan sebenarnya sedang berlari-lari mengupayakan kemenangannya sendiri-sendiri. Namun, karena kesalihan itu tidak berarti hanya puasa, duduk diam di dalam rumah dan tidur, tapi kesalihan itu juga bermakna melakukan amalan-amalan baik untuk sesama, dan sebagianya.

Meskipun malam lailatu qodar menurut hadist riwayat Muslim ada di 10 (sepuluh) hari terakhir, bukan berarti kesalihan di sepuluh hari terakhirlah yang menentukan kita mendapatkannya.

9. Melakukan I’tikaf pada Sepuluh Hari Terakhir (untuk laki-laki)

Dari ‘Aisyah ra bahwa Nabi SAW selalu beri’itikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat. (HR Bukhori Muslim)

Sementara bagi para perempuan dianjurkan untuk tinggal di dalam rumah dengan lebih banyak mengingat Allah SWT.

Puasa sesungguhnya adalah upaya untuk mendidik pribadi yang bertakwa, sampai sebelas bulan setelahnya, sampai di Ramadahn berikutnya. Namun target takwa itu tidak akan tercapai jika puasa masih kita penuhi dengan perbuatan-perbuatan mubadzir dan boros, sedang kedua sifat itu adalah milik setan.

Dan Allah SWT telah menjanjikan dan membukakan sebuah pintu surga bagi mereka yang puasanya telah benar, yaitu pintu surga Royyan.

Saudaraku seiman, tidakkah terbanyangkan, Ramadhan sedang melebarkan jalannya untuk kita, berlari bersama-sama menuju pintu Royyan??

Seumpama jembatan, inilah keberadaan Ramadhan. Di ujung sana pintu Royyan tersedia dan terbuka dengan indahnya.

Mari bersama-sama bertekad, berazzam, berniat dengan kuat, dan bersungguh-sungguh kita akan saling menguatkan melintasi jembatan menuju kemenangan.

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla meridhoi dan memberikan kita kemenangan itu.

Dirangkum dari berbagai sumber, mohon maaf untuk kekurangan dan semoga bermanfaat.

Wassalam warohmatullah wabarokah,

Penuh cinta semoga rahmat Allah tersemat di dada para pembaca.

Penulis

الشمس )

About dkaekas

Hamba nan faqir yang mengharap sebaik-baik takdir; keridhoan Robbul'alamin

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: