RSS Feed

[curhat] terlalu besar berharap dan merasa memiliki

Posted on

sepertinya lama sudah sejak tulisan terakhir di blog ini ku-update. tau mungkin perasaan bersalahku saja yang mengejar-kejar sebab memang jadi terlalu sibuk mengurusi toko.🙂

baru saja nafasku, sesak, lagi, terlalu banyak mikir mungkin, terlalu memasukkannya ke hati. yaah.. jadi tulisan kali ini anggap saja curhat.

kawan, pernah tidak memiliki sahabat, orang terdekat, dan banget banget kita sayang, atau sejenisnya itulah. yang ketika ke mana pun kita pergi bersamanya, di mana pun itu, mereka tak pernah berhenti membanggakanmu, menceritakan kelebihan-kelebihanmu, menunjukkan potensimu, mempromosikan usahamu, membukakan jalur komunikasi pada orang-orang penting, dan sebagainya, dan lainnya. punya sahabat seperti itu?

beruntung ya, tentu?🙂

lalu kenapa aku curhat? hihihi hehehe

sebab kemudian jadi aneh, ketika secara personal dan baik-baik kita meminta bantuannya, untuk konsisten mempromosikan diri kita, tanpa atau ketika kita tidak berada bersamanya.

apa aku ini sejenis “diwehi ati ngerogoh rempelo?” (diberi hati minta jantung?) hihihii

namun dengan tegas mereka menolak permintaan kita itu. membingungkan, ya?

sebab dari logika dan kalkulasi waktu, apa yang mereka lakukan, menceritakan kelebihan kita ketika kita berada di dekatnya, sepertinya penolakan itu tak nyata. wekekeke

kecewa.

iya, itu yang kurasakan kemudian.

tapi aku yang pemalu ini (pemalu untuk menceritakan sendiri apa yang kumiliki) sebenarnya memiliki harapan besar dan meletakkan kepercayaan bahwa aku sedang didukung. tapi jika kemudian lantas ditolak. yaaah…!

“salah satu kunci merasakan bahagia adalah tidak merasa memiliki.”

begitu kata seorang besar yang kujumpai di kota singgahku kali ini. iya, aku tidak merasa memiliki semua harta benda yang mengelilingiku kecuali milik Allah. iya, aku tidak memiliki anak, suami, keluarga yang sungguh membanggakan kecuali titipan Allah. iya, aku tidak memiliki diriku, kecuali milik Allah. iya, aku terus berproses memahami sebuah kalimat itu. terngiang, teringat selalu dalam benak.

iya, mungkin, sebab aku merasa memiliki dukungan, sahabat, sehingga aku menjadi kecewa ketika apa yang terjadi kemudian tak sesuai yang kuinginkan. 

kawan, ada banyak hal selain permasalahan ini yang membuat kita merasa memiliki. sehingga kita lalu kecewa.

tapi aku seperti kalian, ingin merasakan bahagia. namun bahagia sebab melepaskan, tidak membuat diri merasa memiliki. sebab apa yang sedang kita tuju, keridhoanNya, khazanah akhirat yang luar biasa dijanjikanNya indah.

selamat malam, kawan.

selamat bermuhasabah.

 

 

 

 

 

 

————————eon

kabkdr220513052013

 

 

About dkaekas

Hamba nan faqir yang mengharap sebaik-baik takdir; keridhoan Robbul'alamin

4 responses »

  1. kadang dengan pengalamn seperti itulah baru kita menyadari mbak bahwa semua hal di dunia ini memang tak bs terlalu kita cintai….🙂 termasuk sahabt…

  2. coba kita bicarakan sekali lagi dengan orang itu, siapa tau dia sedang tidak jreng, saat dimintai bantuan😀
    salam

  3. hihihi.. iya ya..
    tapi memintanya sudah berkali-kali tuh, responnya ya sama :p :p
    makasi saran dan mampirnya🙂
    salam kembali

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: