RSS Feed

resolusi susu cokelat!

Posted on
minum susu cokelat segera di parkiran sekolah :)

minum susu cokelat segera di parkiran sekolah🙂

mestinya, cerita tentang resolusi ditulis di awal tahun, bulan Januari lalu. atau selambatnya, bulan Februari, saat di setiap socmed sedang ramai orang-orang berlomba memaparkan resolusi di tahun terbaru. supaya, masing-masing orang itu, termasuk aku, termotivasi oleh resolusi satu dengan lainnya, mengadaptasi resolusi teman lain, lagi-lagi, supaya kita bisa dengan mudah meraih apa yang kita mimpi-mimpikan dengan plus menjadi pribadi yang lebih berkualitas.

bahkan, tak sedikit ajang kompetisi untuk ‘memamerkan’ resolusi tahun baru kawan-kawan dengan iming-iming hadiah besar. seru banget!

dulu siy pernah ikutan sayembara semacam itu, dengan tawaran resolusi paling bagus akan dibukukan. ya, alhamdulillah tercatut yang dibukukan. judul bukunya “resolusi 2011” nah! sudah 2 tahun lalu. tahun ini tentu berbeda lagi. namun spesifik, tulisan ini akan bercerita tentang satu resolusiku yang melibatkan Karin di dalamnya. ya, kenapa tidak?

sejak umur 8 bulan, atau entah, aku hampir lupa. yang jelas, sejak Karin bisa memegang benda lalu memasukkannya dalam mulut. aku memiliki kebiasaan memberinya uang logam, tentu saja bukan untuk diemut (dimasukkan ke mulut) tapi melatih motorik halusnya, dengan memberinya celengan yang kubuat sendiri dari kaleng bekas tempat biskuit. tapi biskuit milik ibu. yang oleh ibu, kalengnya diberikan padaku dengan isian rempeyek kacang waktu berkunjung ke rumah sewaku. hihihi..

jadi, kalengnya itu jelek banget sebenernya. tutup kalengnyapun bukan pasangannya. hahaha.. tapi membuatnya jadi bermanfaat, bagiku itu sudah kaleng yang luar biasa ajaib! ^_^

 

kaleng ajaib kami! :))) :p

kaleng ajaib kami! :))) :p

demikian selalu uang logam kuberikan pada Karin untuk dia masukkan ke dalam celengan. sampai dia besar. ratusan ribu bahkan pernah hampir mendekati sejuta jumlahnya. jadi sampai awal tahun ini, celengan itu sudah pernah dibongkar berkali-kali. yang paling awal, kugunakan sebagai modal untuk berjualan. tahun 2008, aku sudah memulai usaha sebagi online seller, tidak punya blackberry, tapi sudah menggunakan blog untuk berbagai macam transaksi dengan customer. ^_^

terakhir, di awal tahun ini kami bongkar (aku dan Karin) untuk tujuan membeli trampolin raksasa yang sangat diimpikan Karin sejak lama. 900ribu waktu itu jumlahnya. setelah survei harga trampolin sana sini, dan menimbang sekali lagi bahaya tidaknya trampolin yang bisa didapat dengan harga di bawah 900ribu. aku memutuskan untuk mengalihkan perhatian Karin dalam menggunakan uang celengannya itu.

alhasil, Karin membeli perlengkapan sekolahnya, sepatu, tas, krayon yang berukuran besar, bando, beberapa kertas lipat dan sebuah android, untuk dia sesekali bermain game di rumah. hanya di rumah saja dengan waktu yang kubatasi.

berangkat dari sebab yang satu itu, aku mulai memikirkan resolusi lain yang bisa kukerjakan bersama Karin di tahun 2013 ini.

sebab satu lagi, aku merasa sangat terganggu dengan anak-anak yang selalu dengan mudahnya diberi uang orang tuanya untuk berbelanja jajanan atau mainan yang dijual di luar pagar sekolah. selain melatih mereka untuk konsumtif, anak-anak menjadi terlatih untuk menggunakan uang secara tidak bijak. kesehatan anak-anak yang bisa saja terancam karena jajanan yang sembarangan. selain itu, menghindari jual beli yang riba hukumnya. transaksi jual beli yang dilakukan antara penjual dan pembeli yang belum akhil balik, adalah rizki yang berhukum riba. begitulah kata Ustad Syaiful Arif di pengajian rabu, di sekitar kompleks sekolah Karin.

dua sebab itu sudah menjadi alasan kuat bagiku membuat resolusi bersama Karin.

“bagaimana, jika waktu Bunda jemput Karin pulang sekolah, Bunda bawakan susu cokelat yang buaanyaaaaaak buat Karin. tapi Karin tak perlu beli mainan atau jajanan seperti teman-teman itu?”

“tapi nanti aku kepingin beli mainan, Bunda.”

“Katanya kepengen beli trampolin, karena tabungan yang kemarin kurang, jadi Karin harus lebih rajin lagi nabungnya. nanti sampai rumah Bunda beri uang untuk dimasukkan ke celengan. gimana?”

“bener ya?!”

“iya bener!”

“nanti bohooooong??!”

“kenapa Bunda bohong, nanti Bunda sendiri yang dosa kok, bukan Karin. rugi dong, Bunda.”

“ya udah. aku mau dibawakan susu cokelat yang banyak kalu gitu.”

yess! berhasil! hahaha :p

perbincangan itu kulakukan sekitar akhir bulan Desember 2012. saat liburan semester berlangsung. dan ketika hari baru masuk sekolah di awal tahun 2013. aku menepati janjiku dengan selalu membawakan susu cokelat di tumbler yang besar.

“mau susu yang dingin atau anget nanti Bunda bawanya?”

“yang dingin!”

nah! setiap siang, susu cokelat dingin selalu menunggu Karin keluar pagar sekolah, menemaniku. i keep my promise, she is too. ^_^

sampai tulisan ini kubuat, sekali aku lupa membawanya. karena sejak pagi harus ke sana ke mari, maka kuambil konsekuensinya. dan ceritanya sudah kutulis di sini

dan aku bener-bener malu sebenarnya saat itu. hihihi..

saat Karin lemah, dalam artian dia ingin membeli jajanan dan atau mainan. aku kembali mengingatkannya untuk rajin dan tekun menabung. agar segera ia bisa membeli kamera pocket.

lho? kok jadi kamera pocket?? iya. soalnya. Karin beralih pengen beli kamera pocket berwarna pink beberapa waktu lalu. bukan lagi trampolin yang memang kuberikan wacana kurang aman (untuk trampolin skala rumah) entah, atau mungkin informasi yang kubrowsing masih kurang lengkap. namun yang pasti, apapun yang ingin dibeli Karin nanti membuatnya jadi lebih fokus untuk tetap rajin dan tekun menabung. selain menyelamatkan dia dari jajanan kurang sehat di luar pagar sekolah.

oh ya! sekarang bukan hanya uang logam yang kuserahkan padanya untuk dimasukkan ke dalam celengan, tapi juga uang kertas mulai 1000 sampai 10000 rupiah.

semoga menginspirasi. salam! ^_^

 

 

 

—————————————-eon

kabkdr210320131034

About dkaekas

Hamba nan faqir yang mengharap sebaik-baik takdir; keridhoan Robbul'alamin

2 responses »

  1. Wah, Karin keren! Kapan-kapan Tante ditraktir, ya hihihi. Aku juga gitu, Mbak. Anak-anak enggak pernah kukasih uang jajan kalo ke sekolah. Makanan dah dibawain komplet. Uang jajannya ditabung aja.😀

  2. betul! betul! hihihi🙂
    tapi tante Haya minta ditraktir apa ya? :p

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s