RSS Feed

catatan perjalanan kapten : inovasi wingko

Posted on

wpid-IMG-20130316-WA0002.jpg

Bagian dari sebuah perjalanan adalah adanya reportase, eh bukan, tapi catatan harian. seperti catatan harian milik kapten Patrick dalam film Startrek.😀

Yah, kali ini pesawat luar angkasa kapten mendarat di sebuah warung bakso kecil yang memiliki banyak sekali pilihan gorengan. hihihi.. padahal sudah tahu, menghindari mengkonsumsi gorengan (makanan berminyak adalah sehat) itu sebuah kebajikan. halah. :p

gorengan bakso

aneka pilihan gorengan yang bisa terfoto, saking banyaknya pilihan sampai susah pilih angel. ;))

warung bakso ini terletak di pinggir jalan propinsi, jalur menuju kota Nganjuk dari kota Kediri bagian barat. tapi sayang, aku sedang tidak ingin mencatatkan soal baksonya atau gorengannya. tapi tentang bungkusan kecil yang ditata rapi dalam etalase warung, bertuliskan “WINGKO COIN”

 

wpid-IMG-20130316-WA0003.jpg

isi 10 biji dihargai Rp 3500,-

masyarakat Jawa Timur tentu familiar dengan makanan bernama wingko. jenis makanan yang paling mudah dibuat di rumah-rumah untuk sajian hajatan atau bahkan sekedar pendamping teh dan kopi.

semakin familiar dengan produk wingko dari kota Lamongan yang biasa kita sebut dengan Wingko Babad, sepertinya sudah menasional. dikenali sebagai makanan khas yang biasa dibeli untuk oleh-oleh. bahkan ketika aku membrowsing menggunakan keyword wingko, kata wingko babad mendapati top rating. hihihi.. keren! Halo Lamongan! ^_^

makanan yang terbuat dari campuran tepung ketan, parutan kelapa, telur dan gula ini memang makanan enak menurutku, dan pasti kawan-kawan pembaca juga mengamini. ayolah ngaku! hihihi :p

nah! wingko coin ini, atau aku lebih senang menulisnya “Wingko Koin” berukuran dengan diameter yang kecil sekali. sekitar 1,5cm saja. lebih kecil dari diameter wingko Babad yang berkisar antara 2-3cm.

meski awalnya tidak berniat benar membeli wingko koin ini, sesampai di rumah dan mencicipinya aku langsung jatuh cinta. sumpah! halaaaaah! :)) :p

apalagi sampai bengong mendapati Karin yang tiba-tiba datang, menjumputnya sebiji dan membawanya lari sambil sembunyi untuk dimakannya sendiri. Kariiiiiiiinnn…..give me moreee! :))

dibanding wingko babad, wingko koin ini terasa lembut di mulut dan lebih empuk. inilah memang keajaiban wingko, seperti jenang atau dodol yang harus di-inapkan untuk bisa digigit atau dinikmati dengan mudah, mestinya wingko bertekstur keras, tapi bukan sekeras batu lho. hihihi..

maksudnya tekstur untuk siap digigit bukan lengket di gigi seperti ketika wingko masih baru diangkat dari bakaran/oven.

tekstur lembutnya ini yang meskipun sudah di-inapkanlah yang membuatku langsung melting. *lebay* apalagi bagiku yang tidak terlalu suka manis, wingko koin ini tergolong memiliki takaran gula yang pas. mak nyuss! kata pak Bondan. joss gandooss! kata Soimah. walaaah!! :p

persis bikinan ibu di rumah, huwaa jadi homesick! :p

okelah, jika berkunjung ke kota ini, meskipun belum dijual secara “besar” seperti wingko babad, wingko koin kurekomendasikan menjadi satu lagi jenis oleh-oleh yang bisa dibawa pulang selain tahu kuning, gethuk pisang, dan stik tahu khas Kediri.

———————————eon.

kotakdr160320132316

About dkaekas

Hamba nan faqir yang mengharap sebaik-baik takdir; keridhoan Robbul'alamin

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s