RSS Feed

[cerita pagi] ketupat

Posted on

penjor

“wih, bunda! ada ketupat!” begitu teriak karin ketika pagi tadi kubonceng dia berangkat sekolah.

di depan perumahan, memang sedang dipasang penjor. hiasan dari janur atau daun kelapa yang masih muda untuk menandai ada orang yang sedang memiliki hajat di dekat-dekat penjor dipasang.

mendengar teriakan karin yang spontan, tentu saja aku tergelak. masa ketupat diberdirikan di pinggir jalan begitu. hihihi…

ya, seperti setiap pagi lainnya, aku selalu menikmati waktu ketika mengantar karin berangkat sekolah. setiap pagi dia akan melontarkan pertanyaan tentang apa saja yang ada dalam jangkauan pengamatannya sepanjang jalan. dan waktu itulah aku merasa sangat nyaman untuk memulai bercerita.

di sinilah kekuatan cerita yang aku yakin akan dikenangnya sepanjang hidupnya. seperti ketika kecil, ketika dibonceng ayah pergi ke mana saja, lalu aku meminta berhenti karena melihat sesuatu yang tak biasa kujumpai, ayahku akan selalu senantia dengan senang hati memutar kembali laju motornya dan berhenti di mana sebuah objek yang kutanyakan sebelumnya berada. lalu ayah akan bercerita dan aku membawa ceritanya seumur hidupku. ^_^

cerita tidak sekedar kita membacakan dongeng dari buku-buku, atau mengulang cerita-cerita rakyat yang telah turun temurun diulang dari mulut ke mulut. tapi cerita adalah tentang apa saja. semakin rasional dan masuk akal cerita kita, semakin kita terikat semakin dekat dengan anak-anak dan dengan benar memberikan mereka pengetahuan yang bisa jadi luar biasa membantu mereka berpikir dan membuat kesimpulan-kesimpulan yang benar dan baik.

“itu bukan ketupat, kariiinn…!” ;))

“itu penjor dan keduanya sama-sama dibuat dari daun kelapa yang masih muda, janur namanya.”

“janur juga biasa dibuat bungkus kue yang biasa titi (eyang putri) buat, misalnya lepet.”
“daun kelapa yang sudah tua dinamakan blarak, dan blarak tidak biasa dipakai daunnya, kecuali tulang daunnya yang diambil untuk dijadikan penebah (sapu pembersih tempat tidur/ kebyok) atau dibuat sebagai sapu lidi yang biasa bunda pakai untuk membersihkan halaman itu lho.”

“kenapa yang tua tidak dipakai?” tanya karin.

“blarak sudah tidak lentur lagi dilipat-lipat, dilengkung-lengkungkan untuk bikin hiasan.”

“oooh…iya, yang masih muda itu masih lembuuut.” begitu katanya menutup pembicaraan.

dan lagi-lagi aku tergelak.

setiap pagi, sepanjang perjalanan menuju sekolah adalah waktu yang sangat menyenangkan bagiku, demikian bagi karin juga. pengetahuan baru pasti membuatnya lebih percaya diri ketika bergaul dengan teman-temannya. dan memang, dia anak yang sangat percaya diri dan adaptif.

Maha Suci Allah, yang selalu mengirimkan kenyamanan dalam kehidupan kita. aamiin.

jadi? siapa yang mau makan ketupat yang dipajang di pinggir jalan itu? hihihii…

kamu ya? ngaku ajalah!😀

 

 

 

 

 

 

 

 

———-eon.

kdr090105032012

 

About dkaekas

Hamba nan faqir yang mengharap sebaik-baik takdir; keridhoan Robbul'alamin

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s