RSS Feed

[muhasabah] menuju mati yang sejenak

Posted on

Setelah cuci tangan dan kaki serta gosok gigi lalu bersiap tidur, apakah kita masih teringat yang terjadi sepanjang hari ini tadi? Jika iya, semoga ingatan itu adalah kebahagian, sehingga tidur kita menjadi tenang diantarkan senyuman, tapi jangan lupa, tetaplah panjatkan doa, semoga kebahagian tadi menjadikan kita lebih bersyukur.
Jika ingatan hari ini mengantar kita kembali pada isi dada yang gemuruh, kecewa, kesedihan, amarah, yang bahkan saat ini membuat kita mengepalkan tangan seperti tadi, ingin meninju mereka, orang-orang yang telah mengacak-acak hati kita, maka mari bermunajat. Menundukkan hati, berserah, bahwa amarah akan semakin menjauhkan kita dari rahmat yang akan bersemayam di hati, rahmat yang bisa menjadikan kita, manusia yang lemah lembut dan bercahaya. Menundukkan hati untuk mencari dan memahami hikmah. Memohon ampun atas amarah yang bisa jadi akan menjerumuskan diri bukan lagi tetap di jalan yang terang. Memohon kesempatan mendapatkan setinggi-tingginya kemuliaan dari-Nya, sedang sementara kita, sebentar lagi akan menuju lelap, saat nyawa kita dilepaskan sejenak dari tubuh. Tentulah kita tak pernah berharap akhir hidup yang tidak baik. Allahummatauwil umuronabi khusnil khotimah.
Bismillahirahmanirahim…semoga Allah selalu memberi kita keteguhan dan kekuatan iman. Aamiin..

————eon
Sda2412122250

About dkaekas

Hamba nan faqir yang mengharap sebaik-baik takdir; keridhoan Robbul'alamin

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: