RSS Feed

[renungan] ketika dicaci pengemis

Posted on

sepulang dari berlatih yoga, seperti biasa, aku bergegas ke sekolah karin. ini berarti aku datang 30 menit lebih cepat dari jam pulang sekolah. tidak mengapa, sebab 30 menit itu berarti membaca halaman baru sebuah buku yang selalu ada di tas tanganku atau melanjutkan tilawah 5-6 halaman, ini trik supaya banyak buku bisa kuhabisakan sekaligus memudahkan mengkhatamkan Al Quran lebih banyak dalam setahun. coba saja kalo tidak percaya😉

30 menit ini sesekali juga kupergunakan untuk duduk bersama ibu-ibu mengorek informasi yang berguna, tapi ini jarang sekali. menghindari waktu untuk ghibah adalah utama. sementara, kematian terus mengejar dan kita tak pernah tahu cepat atau lambat datangnya.

30 menit menunggu waktu berlatih yoga sebelumnya sudah kugunakan untuk tilawah, maka 30 menit menunggu karin keluar dari sekolahnya (setelah berlatih yoga) kugunakan untuk membaca buku. duduk menunduk jauh dari tempat ibu-ibu berkumpul. saat itulah seorang ibu tua mendatangiku sambil menengadahkan tangannya meminta sedekah.

ah, aku memang salah. sebab sedang tidak memiliki uang pecahan, ribuan untuk kupindahtangankan. bahkan sejak beberapa hari lalu. hanya selembar 5000 rupiah. aaaaaakkk…. tidak sempat ke atm tentu saja. gimana kalau kena tilang dan sebagainya? :))) auk aaacchh! :p :p

singkat cerita, aku mengangkat tangan sambil mengucapkan, “maaf, buk.” tentu saja dengan suara rendah dan datar seperti biasa, bukan membentak. kupikir seperti kebanyakan peminta-minta, si ibu tua itu akan berlalu dan memahami penolakanku. namun nyatanya sodaraaaaa….

begitu aku menunduk dan kembali membaca buku, si ibu tua itu bersuara dengan nada tinggi memaki…. alaaaaahmakjaaanggg…….😦

“gak usah angkat tangan ngunu yo, mbahe iki dudu’ wong mbambung! masio ngene Anake kyai sing duwe pondok blitar!” (tak perlu mengangkat tanganmu begitu, mbah ini bukan pengemis! begini-begini anak kyai yang mempunyai pondok di kota blitar)

kuangkat wajahku sambil menatapnya kebingungan dan bengong tentu saja. sambil melihatnya berlalu meninggalkanku dengan tergesa. kuantarkan kepergiannya dengan pandangan yang masih kebingungan. hahaha…

setelah mengerjap beberapa kali, barulah sadar jika si ibu pengemis tadi marah karena tidak kuberi apa yang dimintanya. astagfirullahaladziiim…..

nah! cerita ini bukan hanya sekedar cerita. Allah tentu mengingatkan sesuatu, meringankan sesuatu dan entah apalagi…

mari kita kupas..

jika teman-teman menjadi aku, tentu akan banyak reaksi yang timbul, mungkin berbalik marah menghardik, ngomel, nangis nelangsa dsb dsb hehehe *tepok jidadh*pegangin kepala*

tapi mari kita anggap ini kesusahan, jalan rahmat, jembatan, media bagi kita untuk mendekatkan diri kepada-Nya. istigfar adalah sesuatu yang kecil yang bisa kulakukan saat itu. harapannya, semoga inilah jalan rahmat itu. meskipun di sisi lain adalah, jangan malas ke atm, supaya kita punya cukup uang receh untuk dibagi-bagikan pada orang-orang yang sejenis dalam ceritaku ini.

terus…bagaimana dari sisi si ibu tua tadi?

yaaa… ini siy kelihatan banget. hiihihi… mari kita aplikasikan ke diri kita. kadang-kadang, bahkan mungkin sering kita berperilaku sama. saat meminta, menginginkan apa yang kita mau dan tidak bisa mendapatkannya, lantas kita akan marah-marah. minta ke siapapun saja, minta belikan mobil ke suami misalnya hihihi tapi gak dikasih karena tabungan tak cukup lalu marah, minta masakkan ayam panggang ke istri tapi gak dimasakkan karena istri sedang kecapekan lalu marah hihihi, atau minta emmm….minta rizki yang banyak berlimpah kepada Allah tapi malah banyak hutang hehehe…lalu marah, putus asa dan berhenti berdoa (hasil sabotase menguping cerita ibu-ibu) :p yah! banyak lagilah.

jika demikian, maka kualitas iman kita masih sama, sederajat, setingkat, berbanding lurus wekekeke dengan kualitas yang dimiliki pengemis tadi.

semoga secuplik adegan yang Allah hadirkan tadi pagi memberi banyak perenungan buat kita semua. silahkan dikupas lagi lebih dalam. semoga cerita ini bermanfaat.

Allahualambishowab…semoga dijadikan-Nya kita, manusia-manusia yang berpikir dan istiqomah membaca tanda-tanda rahmatNya. aamiin

——————eon.

kab.kediri111220121241

About dkaekas

Hamba nan faqir yang mengharap sebaik-baik takdir; keridhoan Robbul'alamin

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s