RSS Feed

[renungan pagi] rejeki

Posted on

sudah lama aku tidak membeli tempe dati penjual tempe keliling yang satu ini, pasalnya, karena kesibukan kegiatan pagi hariku yang sudah ke sana ke mari, maka sekenanya saja aku membeli tempe. di pasar, di jalan ketika bersimpangan kendaraan dengan penjual atau di warung sayur. sesempatnya kendaraanku parkir. hehe..

aku membeli agak banyak pagi ini, Rp 4000,- (empat ribu rupiah) potongan besar.sebab yaa..hari ini masih agak kurang bersemangat pergi ke pasar. tubuh yang kurang fit memang memberikan pengaruh yang besar untuk bergerak rupanya ya?🙂

lalu penjualnya bilang:

yaaah…. rejeki niku mboten mesti, kudu sabar. (rejeki itu tidak tentu, harus sabar)

aku tahu, maksudnya, bersyukur dan berterima kasih karena aku membeli potongan besar tempenya. dan aku paham bagaimana perjuangan si bapak penjual tempe ini setiap hari.

mari kita renungkan, bukankah Allah sedang mengasihi kita di dalam kekurangan? melimpahkan rahmat di dalam hati kita yang sedang kesusahan? sebab dari kekurangan dan kesusahan itu lah kemudian kita memahami syukur, semakin berupaya dan mendekat kepada-Nya dengan doa-doa dan pinta? iya apa iya jawabnya? hehe…

rejeki yang dimaksudkan si bapak hanya seputar materi, kebutuhan untuk bertahan hidup. sementara kita tahu rejeki Allah itu berbagai macam wujudnya. diantaranya adalah kesehatan, ingatan (ilmu) yang masih kita miliki untuk dibagi bahkan mengenali apa-apa di sekeliling kita, dsb dsb…

perjuangan membuat tempe sampai menjualnya adalah proses yang berat, tapi tetap dijalani dengan istiqomah oleh si bapak. lalu bagaimana kita? apakah masih istiqomah dan lebih tawadu’ menerima semua proses yang kita rasa lebih berat? mestinya iya, si bapak tidak mengerti blog, tapi kita paham, artinya, kita diberi Allah ilmu yang lebih untuk bisa menelaah, berpikir lebih dalam dari si bapak, bahwa mestinya kita lebih sabar dan istiqomah mendapatkan rejeki yang berbentuk apa saja yang dihadiahkan Allah kepada kita, termasuk itu rejeki sakit.

bersyukur tidak hanya melulu karena kenikmatan dan kesenangan bahkan materi berlimpah yang kita dapa, tapi bersyukur juga karena kekurangan (apapun wujudnya) yang kita miliki bisa semakin mendekatkan kita kepada-Nya.

semangat pagi, semoga kita dijadikan makhluk yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain meski dengan berbagi yang sedikit. semoga dijadikan-Nya pula kita manusia-manusia yang memahami semua bentuk rejeki dari-Nya sehingga kita mampu mensyukurinya. aamiin.

———eon.

kab.kediri081220120710

About dkaekas

Hamba nan faqir yang mengharap sebaik-baik takdir; keridhoan Robbul'alamin

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s