RSS Feed

[Muhasabah] Sepotong Makrifatul Rabb

Posted on

bismillah…

ini cerita sepenggal saja isi kajian tafsir di hari kamis, tentang ilmu ketauhidan, mengesakan Allah SWT yang memang jelas kita esakan, namun sering kali kita secara tanpa sadar menuhankan benda-benda, kekayaan, pekerjaan, anak, suami/istri dan sebaginya, dan sebagainya.

dalam artian, memprioritaskan sesuatu yang bukan tuhan. semisal saja, kita lebih memilih duduk bersenda gurau di depan tivi dengan keluarga daripada menyegerakan sholat berjamaah saat adzan berkumandang. lebih memilih menjamak sholat saat di kendaraan umum dalam perjalanan jauh saat kita bisa melakukakannya saat itu juga di dalam kendaraan meski dengan tayamum. atau mengeluarkan uang sedekah, infaq tanpa berpikir panjang dan pertimbangan-pertimbangan lain. lilahita’ala titik.

memang sering kali kita lalai..

nah, potongan bahasannya ini adalah:

manusia diciptakan sempurna mulia dengan akal, dan akal adalah penyeimbang, sebab akallah yang akan menerima bisikan dari nafsu dan dari hati (qolbu). di antara nafsu dan qolbu ini akan ada yang lebih dominan, maka akal yang kemudian akan mencari pembenaran-pembenarannya sendiri.

bukan lagi rahasia, siapapun yang dikendalikan nafsu, pasti menimbulkan ketidakmanfaatan, baik bagi dirinya sendiri bahkan bagi semua makhluk. semakin besar nafsu memiliki kekuasaan, segala cara ditempuh meski bentrokan dari banyak orang terjadi, semakin besar nafsu memiliki kekayaan dan dipuja, semakin banyaklah kerusakan di muka bumi. manusia-manusia seperti ini tentulah manusia yang lebih kejam dari pada binatang, tidak lagi mukarrom (mulia) namun lebih rendah daripada binatang.

sementara jika hati (qolbu) atau yang biasa kita sebut hati nurani lebih dominan, kita, manusia akan berlaku sebagaimana fitrah (kemurnian) manusia diciptakan. hati yang bersih menyinari pemiliknya pada kebenaran, saya paling suka ini, sebab pasti terlihat dari wajah mereka yang bercahaya, manusia-manusia yang bergerak dengan hati.🙂

namun hati/qolbu yang bersih pun tidak bisa kita peroleh dengan gratis. semuanya perlu latihan dan asahan. semakin banyak kita melakukan perbuatan dosa/maksiat meskipun kecil (lama-lama menjadi bukit) yang kita lakukan terus menerus, tentu saja hati/qolbu bisa kehilangan fitrahnya. qolbu akan semakin jauh dari tuhannya. dan jika sudah demikian, itu berarti kita (manusia) pasti kehilangan kontak, tidak bisa berkomunikasi dengan tuhannya.

wahai orang-orang yang beriman! jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqon (kemampuan membedakan antara yang hak dan yang bathil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Allah memiliki karunia yang besar. (QS Al Anfal : 29)

itulah petunjuk, bagi hati/qolbu yang selalu bercahaya, menjaga fitrahnya, sehingga Allah menganugerahkan furqon dan diampuni sekaligus dihapuskan dosa kita. sebaliknya, hati/qolbu yang dikotori tentu tak akan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. qolbu itu kehilangan kontak dengan tuhannya.

sepotong itu akan saya ingat, bahwa nafsu dan hati akan selalu berebut tempat.

akallah tempat kendalinya. siapapun yang menang, akal sudah menyiapkan pembenaran-pembenaran yang logis untuk nafsu, sehingga perbuatan yang lahir kemudian terlihat bisa diterima logika. namun akal akan tunduk kepada fitrahnya sebagai manusia jika hati/qolbu yang dominan, tunduk sebagai apa yang mesti dia kerjakan sesuai yang Allah kehendaki.

Allahualambishowab…semoga kita termasuk golongan orang-orang yang mendapatkan furqon, yang diampuni dan dihapuskan dosanya, hati yang bercahaya. aamiin yra.

——————————–eon.

kota kediri.22112012

About dkaekas

Hamba nan faqir yang mengharap sebaik-baik takdir; keridhoan Robbul'alamin

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s