RSS Feed

Surat untuk sahabat [4]

Posted on

repost from multiply Feb 11, ’11 5:52 PM

sumber: internet

Dear Rainbow,

Terlalu banyak surat yang sudah kutulis untukmu, tak pernah berbalas. Aku sudah pergi dari barat, menuju timur, mendekatimu ketika kali pertama muncul dari langit.
Pagi ini ada yang membunyikan kotak musikku, membukanya. Bukan siapa-siapa, hanya iklan seperti di televisi. Namun, musik yang menguar dari kotak musik itu mengingatkanku padamu. Iya, padamu yang masih juga di timur, yang lebih timur dari timurku.

Sepertinya, aku harus mengelilingi dunia, supaya menemukan timurmu yang sejati. Jika saja saat musik dari kotak itu terdengar ketika aku masih di barat, aku pasti menangis. Sebab tembok-tembok yang mengelilingiku menyimpan kenangmu, dan pepohonan, awan-awan, bahkan udaranya sungguh beraromamu.

Dear Rainbow,

Bukankah semua itu pengandung kenang? Keindahan yang tak lagi bisa kubongkar menjadi gemerlap cahaya, lalu memecahnya menjadi pelangi, seperti aku adalah prisma.

Dear Rainbow,

Aku di timur, namun bukan timurmu. Suara musik yang menguar masih juga membawamu, di dekatku, namun tak sekental ketika aku masih di barat. Timur ini mengikis rasaku, atau waktu? Aku tak tahu, siapa yang mengikisnya. Entah sublim. Menguap. Hilang. Pupus. Entah.

Dear Rainbow,

Ada kupu-kupu besar berwarna oranye yang terbang ke arahku ketika musik itu mengalun. Aku biarkan. Membiarkan musiknya menggema, menguar memenuhi udara. Membiarkan kupu-kupu itu hinggap di ujung hidungku lalu terbang berputar-putar di dekatku.

Kulihat dia tak bingung. Tenang saja putar terbangnya. Mengirimkan isyarat: akupun harus tenang untuk sampai di timurmu yang sejati. Meski, aku tak tahu kapan aku akan sampai.

Dear Rainbow,

Sudah hampir kosong mangkuk penampung sakitku. Aku tahu, dan itulah sebabnya di timurku yang ini, aku tak lagi menangis meskipun musik itu mengalun terus-menerus, dan aku tak hendak lagi menutup kotak musik itu buru-buru sebab takut tak bisa menjumpaimu.

Dear Rainbow,

Aku tak takut lagi. Takut menjumpai kupu-kupu meski kau tak ada. Sungguh, aku tak takut lagi. Sebab aku masih juga yakin, aku akan menemukan timurmu yang sejati suatu saat nanti. Bahkan aku yakin, kaupun sedang menuju ke barat dari timurmu. Timurku yang barat. Tempat sejati kita menemukan sumber cahaya yang mengirimkan gelombang pemecah pelangi ke segala penjuru dunia.

Yours,

 

 

 

 

———————————–eon.
seperti Phoenix, Nightingale reborn dari abunya, 
bwi.11022011

About dkaekas

Hamba nan faqir yang mengharap sebaik-baik takdir; keridhoan Robbul'alamin

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: