RSS Feed

[curcol] Sebentar, Aku Curhat!

Posted on

repost from multiply May 14, ’11 12:59 PM

 

Apa itu sakit hati? Apa itu amarah? Apa pula itu kesal karena banyak sekali keinginan yang tak terkabul? Terpenuhi? Apa juga iri hati dan merasa didholimi orang-orang di luar sana? Bismillah, silahkan saja, saya tidak tahu. Penyakit-penyakit hati seperti itu sama sekali tidak saya ijinkan berlama-lama hinggap di dalam hati saya. Tidak sehat.

Dongkol, cemburu, iri hati, amarah, tidak berterima dan tidak berkenan dengan apa yang orang-orang lakukan di luar sana untuk kita bukanlah sebuah kekuatan untuk membuat kita, jatuh. Kecuali Allah mengijinkan.

Orang-orang menanggung perbuatannya sendiri, demikian juga kita. Apa yang mereka lakukan dengan nilai negatif, pada kita, bisa jadi kitapun tidak menyadari telah melakukan perbuatan yang bernilai relatif negatif bagi orang lain pula. Sehingga apapun yang Allah tawarkan dengan kenyataan yang berragam dihadapan kita, adalah sebuah nilai tersendiri, ujian, bagi kita untuk tetap bersikap istiqomah, ikhlas dan berharap ridhoNya.

Sebenarnya, penyakit hati itu gampang kikis dan pergi dari hati dan wajah kita.

Seperti kita selalu berusaha sebaik kita mampu dan bisa. Demikian juga orang lain. Tetap berpikir positif kepada orang lain adalah modal utama untuk ikhlas.

Hal penting lain adalah, memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menjelaskan kondisi yang sanggup mereka pertanggungjawabkan atas apa-apa yang mendasari mereka dalam mengambil keputusan dan mengambil sikap di luar prediksi kita. Memahami kondisi, alasan eksternal dan internal dari dalam diri mereka juga sangatlah perlu. Sebab demikian jugalah kita ingin diperlakukan. Dipahami, dimengerti dan diberi kesempatan menjelaskan tindakan apapun yang kita ambil di luar sana, yang nota bene berhubungan dengan eksistensi dan peran serta kita dalam bersosialisasi.

Memaafkan dan memaksa diri untuk memaafkan, serta bersedia menurunkan ego, untuk melihat kekuragan diri sendiri adalah modal utama yang lain untuk bisa bersikap ikhlas dan segera tersembuhkan dari penyakit hati.

Kunci sebuah keberhasilan untuk perubahan, bukanlah seberapa besar kekuatan kita mengubah dan mempengaruhi orang lain sesuai apa yang kita maktub dalam sebuah tujuan, visi dan misi. Namun, terletak pada kekuatan kita mengendalikan emosi, olah pikir dan kerendahan ego.

Setiap kita adalah sama. Sama-sama memiliki kesempatan yang sama besar menciptakan perbuatan dan tindakan negatif, atau sebaliknya. Menyadari kesamaan ini jugalah, semestinya bisa membuat kita runduk dan tidak bersikap sombong antara sesama.
Semoga bermanfaat.[]***

 

About dkaekas

Hamba nan faqir yang mengharap sebaik-baik takdir; keridhoan Robbul'alamin

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: